Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Terapi Kognitif bagi Siswa Tunarungu Berbasis Game

Lampung Geh, Bandar Lampung - Ikut lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Tim Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) berhasil ciptakan alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up, Selasa (9/7).
Uji coba alat ini dilaksanakan di Sekoah Luar Biasa Negei (SLBN) PKK Provinsi Lampung, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa SLB tunarungu untuk mengembangkan kemampuan dalam belajar berhitung dan membaca.
Kegiatan ini merupakan program dari Studio Teknik Biomedis yang diketuai oleh Siti Khadijah Indra dengan anggota Aurelia Gratis Pakpahan, Putri Nabila Nauli Maharani, Soli Deo, dan Machzaul Harmansyah.
Siti Khadijah Indra selaku ketua tim PKM menyampaikan untuk bisa menciptakan semangat dan kualitas pendidikan yang inovatif, tim PKM-PM Itera ciptakan inovasi melalui karya Swipe-Up (Study With Pump It-Up) sebagai terapi kognitif berbasis aplikasi untuk meningkatkan intelektual siswa tunarungu SLBN PKK Lampung.
"Alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up mampu meningkatkan dan memaksimalkan respon kognitif siswa, setelah berlatih dengan tingkatan level soal yang telah dirangkum oleh tim PKM-PM, sehingga mereka akan semakin semangat dalam proses pembelajaran di dalam kelas," ujarnya.
Alat terapi kognitif berbasis Pump It-Up memiliki desain visualisasi yang menarik, dan juga memiliki soal berhitung serta pengenalan alfabet yang menantang pada setiap level permainan dengan berbasis game.
Selanjutnya, Siti mengatakan cara penggunaan alat tersebut juga cukup mudah dioperasikan sehingga guru di SLBN PKK Provinsi Lampung dapat memberikan edukasi kembali pada siswa untuk keberlangsungan pembelajaran di kelas.
"Kami bangga melihat perubahan positif dengan mengembangkan program ini. Alat terapi kognitif berbasis Pump It Up memberikan peluang bagi siswa disabilitas tunarungu untuk belajar dan menyiapkan masa depan mereka," katanya.
Dalam hal ini, tim mahasiswa akan terus konsisten dan memastikan keberlanjutan program, dan memperluas pengetahuan alat terapi kognitif untuk siswa disabilitas tunarungu lainnya.
Sebagaimana komitmen tim PKM-PM Itera untuk selalu berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak mitra guna menciptakan Pendidikan yang berinovasi dan mendukung tujuan dari pembangunan berkelanjutan (SDGs). (Put/Ansa)
