Mencoba Serunya Olahraga Berkuda di Siger Horse Riding, PKOR Way Halim

Lampung Geh, Bandar Lampung - Kebutuhan olahraga saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan jasmaniah, tapi juga kebutuhan rohani. Siger Horse Riding menawarkan olahraga sehat ala sunah dengan berkuda.
Olahraga berkuda mungkin dulunya asing dan hanya digemari kaum-kaum tertentu saja. Namun akhir-akhir ini berkuda menjadi olahraga yang cukup diminati bukan hanya kaum lelaki saja, melainkan dari anak-anak hingga kaum ibu pun mulai mencoba olahraga yang disunahkan oleh Rasulullah SAW ini. Simak selengkapnya review Lampung Geh bersama Siger Horse.
Berlokasi di belakang Stadion Sumpah Pemuda PKOR Wayhalim, Siger Horse sudah satu tahun lebih berdiri sejak Bulan Ramadhan 2018 lalu. Siger Horse hingga saat ini memiliki 13 ekor kuda peliharaan yang siap menemani pengunjung yang ingin belajar berkuda.
"Siger Horse untuk pertama kali kita ada di Pringsewu, baru setelah itu di Bandar Lampung, Tegineneng, dan akan hadir di Metro," papar Hasan selaku penanggungjawab dan pelatih kuda.
Mengusung konsep olahraga sunah yang diajarkan Rasulullah SAW, di Siger Horse tidak hanya olahraga berkuda, melainkan juga olahraga memanah. Untuk waktu operasional Siger Horse dibuka dari Selasa sampai Minggu mulai pukul 08.00-11.30 WIB dan sore pukul 14.00-17.30 WIB. Sedangkan hari Senin libur untuk istirahat bagi kuda di Siger Horse.
Bagi pengunjung yang ingin mencoba olahraga berkuda, biayanya sangat terjangkau. Ada beberapa paket yang ditawarkan di Siger Horse yaitu Paket Joyrid untuk pengenalan berkeliling sebanyak enam kali putaran seharga Rp50 ribu, dan untuk pengunjung yang ingin belajar berkuda secara intensif terdapat paket private seharga Rp450 ribu untuk empat kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuan selama 40 menit.
Untuk keamanan berkuda, pengunjung sudah disediakan helm sebagai pelindung kepala. Namun pengunjung tidak perlu khawatir, karena Siger Horse memiliki empat pelatih kuda yang siap mendampingi pengunjung menunggang kuda. Sedangkan jenis kuda yang ada di Siger Horse ada kuda lokal dari Flores, dan kuda G yang merupakan turunan dari kuda lokal dan kuda Australia.
"Untuk olahraga berkuda sebenarnya tidak perlu perlengkapan khusus. Yang utama adalah keberanian, memang awalnya takut, tapi setelah mencoba berkuda kebanyakan mereka jadi suka dan menjadi hobi menunggang kuda. Tapi demi keamanan kita sediakan helm dan tetap didampingi oleh pelatih," jelas Hasan.
Lahan yang digunakan Siger Horse di Wayhalim masih melalui sistem sewa. Jadi harapannya pemerintah dapat men-support penuh untuk pengembangan olahraga berkuda di Lampung terutama lahan yang lebih luas. Selain itu Siger Horse juga rutin mengadakan latihan untuk mengikuti event-event di luar negeri, dan harapannya ada support dari pemerintah. Siger Horse menargetkan untuk ke depan pihaknya memiliki 300 ekor kuda di Lampung.(*)
----
Laporan Reporter Lampung Geh Sidik Aryono
Editor : M Adita Putra
