Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mengenal Olahraga Korfball, Cabang Olahraga yang Baru Dibentuk di Lampung

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi olahraga Korfball. | Foto : via hordfieldkorfball.org
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga Korfball. | Foto : via hordfieldkorfball.org

Lampung Geh, Bandar Lampung - Olahraga Korfball mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat. Ya, olahraga semacam bola basket ini kini mulai di seriusi di Lampung.

Hal ini setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung menambah cabang olahraga (cabor) tersebut.

Korfball sendiri di Indonesia lebih dikenal dengan bola keranjang. Olahraga ini pertama kali dimainkan di Belanda pada tahun 1902.

Yus Rusbandini mantan atlet Korfball Indonesia. | Foto : Galih Prihantoro/ Lampung Geh

Yus Rusbandini mantan atlet Korfball di Indonesia yang kini menjadi Sekjen Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Lampung mengatakan, Korfball merupakan suatu permainan olahraga yang bisa dimainkan dari usia 10 tahun sampai dewasa.

"Olahraga ini pemainnya ada delapan orang. Satu lapangan itu empat orang terdiri dari wanita dan pria. Empat di posisi kanan dan empat di posisi kiri," kata Yus Rusbandini saat diwawancarai, Minggu (23/7).

Dia menjelaskan, dalam permainan olahraga Korfball ini untuk mendapatkan poin, pemain harus memasukkan bola dengan cara melemparkan ke dalam keranjang.

"Bolanya seperti bola kaki, keranjangnya bukan keranjang biasa, tetapi keranjang rotan dan tidak ada di sini, hanya ada di Thailand, makanya kita datangkan langsung," jelasnya.

Korfball menurutnya, permainan yang sangat mudah karena bisa dimainkan di lapangan tanah, rumput ataupun di lantai.

Untuk aturan permainannya, laki-laki menjaga laki-laki, perempuan menjaga perempuan. Kemudian untuk bola tidak dapat di drible namun di passing.

"Ini perpaduan antara bola basket dan bola kaki. Tidak ada peraturan yang terlalu ketat," ujarnya.

Yus Rusbandini mengungkapkan, di Lampung potensi atlet olahraga Korfball cukup baik, karena dari mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi juga banyak yang sudah belajar tentang olahraga ini.

"Saya sudah berhubungan dengan orang-orang yang berkompeten, kita dapat dari anak Penjas di Unila dan kampus lain yang bahkan sudah bisa belajar lewat pembelajaran selama di kuliah. Karena kebetulan dosen-dosennya kebanyakan dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), nah UNY waktu itu satu-satunya universitas yang mengerti tentang Korfball," ungkapnya.

Dia menyatakan, pihaknya siap untuk mengembangkan olahraga Korfball di Lampung. Langkah pertama setelah masuk dalam daftar cabang olahraga di KONI Lampung, pihaknya kemudian akan mempersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Waktu PON 2021 kita juga sudah eksibisi, dan Alhamdulillah sekarang kalau sudah 15 provinsi maka kita bisa ikut PON selanjutnya," ungkapnya.

Di sisi lain, terkait sarana dan prasarana penunjang olahraga Korfball di Lampung, pihaknya meminta dukungan dari pemerintah agar bisa memiliki tempat latihan di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

"Saya kebetulan sudah berkoordinasi dengan UPTD di PKOR Way Halim, kebetulan ada lapangan di belakang stadion. Di situ masih ada bekas tempat berkuda, sayang kalau tidak pergunakan. Nah itu cukup bagi kami untuk latihan, tetapi kalau mau main indoor harus punya lapangan yang bagus," bebernya.

Dia pun berharap olahraga Korfball bisa diterima oleh masyarakat Lampung dan menjadi populer sehingga memunculkan atlet berprestasi yang bisa mengharumkan Provinsi Lampung.

"Mudah-mudahan ini bisa berhasil semoga bisa cepat diterima di masyarakat dan ada perhatian dari pemerintah," tandasnya. (Lih/Put)