Menteri Wihaji Tinjau Rumah Keluarga Risiko Stunting di Lampung Tengah

Lampung Geh, Lampung Tengah - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN RI, Wihaji meninjau Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Poncowarno, Kalirejo, Lampung Tengah.
Dalam kunjungannya, Wihaji menemukan satu keluarga dengan tiga anak, dua di antaranya balita, yang terindikasi berisiko stunting.
"Dilihat dari berat badan dan tinggi badan, kelihatannya memang ada potensi (stunting). Setelah dicek belakang, MCK-nya di belakang, kemudian juga air bersihnya yang tadi menjadi catatan," katanya.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama Pemerintah dan PTPN memberikan bantuan berupa rumah layak huni.
"Karena begini, stunting itu sebabnya ada tiga, ada nutrisi dan non-nutrisi. Yang non-nutrisinya itu air bersih, sanitasi, dan MCK," ucapnya.
Selain bantuan rumah layak huni, pemerintah juga memberikan bantuan nutrisi kepada 200 warga untuk enam bulan ke depan, serta membangun 3 unit rumah layak huni dan 5 MCK.
Wihaji menyebutkan program ini merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kerja sama dengan PTPN sebagai orang tua asuh cegah stunting dengan membantu kebutuhan nutrisi dan perbaikan rumah.
"Lampung Tengah sudah bagus, di bawah rata-rata kalau prevalensi stunting Indonesia 19,8%, di Lampung Tengah, di bawah itu 15%," pungkasnya. (Yul/Put)
