Kumparan Logo
Konten Media Partner

Menteri Wihaji Tinjau Rumah Keluarga Risiko Stunting di Lampung Tengah

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah yang mendapatkan bantuan beda rumah bagi keluarga berisiko stunting dalam mendukung Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Rumah yang mendapatkan bantuan beda rumah bagi keluarga berisiko stunting dalam mendukung Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Lampung Geh, Lampung Tengah - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN RI, Wihaji meninjau Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Poncowarno, Kalirejo, Lampung Tengah.

Dalam kunjungannya, Wihaji menemukan satu keluarga dengan tiga anak, dua di antaranya balita, yang terindikasi berisiko stunting.

Rumah yang mendapatkan bantuan beda rumah bagi keluarga berisiko stunting dalam mendukung Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

"Dilihat dari berat badan dan tinggi badan, kelihatannya memang ada potensi (stunting). Setelah dicek belakang, MCK-nya di belakang, kemudian juga air bersihnya yang tadi menjadi catatan," katanya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama Pemerintah dan PTPN memberikan bantuan berupa rumah layak huni.

"Karena begini, stunting itu sebabnya ada tiga, ada nutrisi dan non-nutrisi. Yang non-nutrisinya itu air bersih, sanitasi, dan MCK," ucapnya.

Rumah yang mendapatkan bantuan beda rumah bagi keluarga berisiko stunting dalam mendukung Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Selain bantuan rumah layak huni, pemerintah juga memberikan bantuan nutrisi kepada 200 warga untuk enam bulan ke depan, serta membangun 3 unit rumah layak huni dan 5 MCK.

Rumah yang mendapatkan bantuan beda rumah bagi keluarga berisiko stunting dalam mendukung Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Wihaji menyebutkan program ini merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kerja sama dengan PTPN sebagai orang tua asuh cegah stunting dengan membantu kebutuhan nutrisi dan perbaikan rumah.

"Lampung Tengah sudah bagus, di bawah rata-rata kalau prevalensi stunting Indonesia 19,8%, di Lampung Tengah, di bawah itu 15%," pungkasnya. (Yul/Put)