Kumparan Logo
Konten Media Partner

Menyusuri Air Terjun Tundo Telu di Pesawaran, Lampung

Lampung Gehverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung jika dilihat dari atas | Foto Drone: Dimas Prasetyo/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung jika dilihat dari atas | Foto Drone: Dimas Prasetyo/Lampung Geh

Lampung Geh, Pesawaran - Lampung tidak ada habisnya jika dibahas mengenai potensi wisata, tak hanya memiliki garis pantai yang panjang, provinsi yang berjuluk Sang Bumi Ruwai Jurai ini memiliki surga tersembunyi di balik pedesaan yakni Air Terjun Tundo Telu.

Pada Minggu (2/2) Lampung Geh kembali bereksplorasi ke wisata yang belum banyak terjamah. Kami berangkat dari Kota Bandar Lampung untuk menuju Tundo Telu, sekitar perjalanan 2 jam tibalah kami di sebuah Desa Poncorejo, Way Ratai, Padang Cermin, Pesawaran.

Kami sempat bertanya ke masyarakat setempat mengenai air terjun yang akan kami ekspose ini, dan salah satu warga menunjukkan jika tempat tersebut tak jauh dari desanya.

Bermodalkan Google Maps dan informasi warga, kami kembali memacu kendaraan dan bersyukur kami berhasil tiba di air terjun yang kami maksud yaitu Tundo Telu.

Di sana kami bertemu para pemuda yang tengah asyik berkumpul di sebuah gubuk, kami kembali bertanya di manakah Tundo Telu. Mereka mengatakan jika air terjun tersebut berada di lereng bukit dan bisa diakses dengan dua jalur.

"Bisa lewat sana mas, kalau mau cepat lewat sini tapi jalannya curam. Kalau orang-orang biasanya lewat sana jalannya agak bagus," ucap salah satu pria yang kami tanya.

Setelah kami berdiskusi dengan segala risiko yang diambil, kami memutuskan untuk mengambil jalan yang biasa wisatawan lewati. Tetapi jalur tersebut sedikit lebih jauh dari akses di mana tempat kami memarkirkan kendaraan.

Tak mengapa demi mengenalkan potensi kami siap melawan letih untuk mengenalkan provinsi tercinta ini.

Langkah demi langkah lami lakukan, cucuran keringat menetes di badan jalan. Tetapi semangat kami tak terpatahkan begitu saja, ditambah lagi suara air yang semakin terdengar membuat kami lebih cepat untuk melangkah.

Dan akhirnya sampai lah kami di Tundo Telu, seketika kami terpesona dengan air terjun bak surga tersembunyi di tanah Pesawaran, Lampung ini.

Berbeda dengan air terjun yang kami bahas sebelumnya, Tundo Telu memiliki dua tingkatan air terjun. Meski airnya tak terlalu jernih, wisatawan lokal nampaknya ramai yang berkunjung ke tempat ini.

Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung saat dikunjungi Lampung Geh | Foto: Dimas Prasetyo/Lampung Geh

Fasilitas yang ada pun cukup memadai, seperti kamar mandi yang menurut kami sudah baik lantaran tersedia air bersih dan kloset. Saat kami lihat ke dalam pun kebersihannya cukup terjaga. Selain itu ada beberapa gazebo untuk pengunjung beristirahat.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, air terjun ini dikelola oleh warga desa setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pantauan kami, air terjun ini sungguh terjaga baik dari sisi alam maupun kebersihannya.

Jalur yang kami lewati sudah berlantai semen, sehingga tak menyulitkan wisatawan untuk mengunjungi air terjun Tundo Telu.

Foto salah satu pengunjung di tingkatan pertama Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung | Foto: Syahwa Roza Hariqo/Lampung Geh

Di tingkatan pertama kami sempatkan mengambil gambar untuk dijadikan portofolio kami dalam berita ini. Setelah puas berswafoto, kami segera bergegas naik ke tingkatan kedua di Tundo Telu.

Saat ke tingkatan kedua kami melewati sebuah jembatan yang sudah dalam kondisi sangat baik, tapi kami tetap berhati-hati karena sedikit saja tak menjaga keseimbangan bisa jadi langsung terjun bebas ke dalam jurang.

Akses jembatan dalam kondisi baik saat menuju tingkatan kedua di Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung | Foto: Syahwa Roza Hariqo/Lampung Geh

Sampailah kami di tingkatan kedua Tundo Telu, ternyata alam lebih terlihat asri ketika kami pandang dari sudut ini. Pohon-pohon rindang di perbukitan membuat oksigen yang masuk ke tubuh kami semakin ringan.

Akhirnya kami keluarkan senjata andalan yakni drone untuk mengambil wisata terpendam ini dari udara. Terlihat hijaunya daun pepohonan menjadikan tempat ini semakin menarik untuk dibahas.

Fasilitas kamar mandi di Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung | Foto: Syahwa Roza Hariqo/Lampung Geh

Semakin sore makin ramai wisatawan lokal yang berkunjung ke Tundo Telu, bahkan ada segerombolan pemuda-pemudi yang baru tiba di lokasi tersebut.

Wajah keceriaan mereka terpancar setelah melihat air terjun Tundo Telu, seperti halnya kaum milenial, tak berswafoto pastinya belum lengkap jika berkunjung ke suatu tempat.

Kami pun ingin berlama-lama di tempat ini, namun karena segala kondisi kami putuskan untuk kembali pulang ke Kota Bandar Lampung.

Jalur berlantai semen untuk menuju Air Terjun Tundo Telu, Pesawaran, Lampung | Foto: Syahwa Roza Hariqo/Lampung Geh

Kami kemas barang yang kami bawa dan dimasukkan ke dalam drybag, selanjutnya kami pergi. Setiap langkah kami selalu melihat ke belakang untuk melihat kembali Tundo Telu. Namun apa daya, waktu yang kami punya tak cukup untuk berlama-lama.

Seperti biasanya, energi kami sudah terkuras saat turun menuju Tundo Telu. Ketika pulang, jalan menanjak yang harus kami lewati. Kami sempat berpapasan dengan para anak-anak yang tengah latihan fisik untuk menjadi pemain bola.

Saat tak sanggup lagi berjalan, kami pun merangkak agar tetap terus melangkah naik. Akhirnya tibalah kami di atas di mana kami memarkirkan kendaraan.

Terlihat tak ada lagi para pemuda yang berkumpul saat kami bertemu sebelumnya. Meski sepi, kendaraan yang kami tinggalkan masih tetap aman, tak ada yang hilang sedikitpun.

Bahkan salah satu dari tim kami sempat kehilangan kunci kendaraan, tetapi ada salah satu pemuda setempat menemukan kunci tersebut dan mengembalikannya kepada kami.

"Ini mas, tadi kuncinya nyantol di motor," ucapnya sembari memberikan kunci kendaaraan kepada rekan kami.

Akhirnya dengan berat hati kami meninggalkan Tundo Telu dan diceritakan dalam sebuah artikel ini.(*)