Food & Travel
·
5 September 2020 21:22

NgoBusGeh: Cara Beda Nikmati Sebotol Kopi Sambil Keliling Kota Bandar Lampung

Konten ini diproduksi oleh Lampung Geh!
NgoBusGeh: Cara Beda Nikmati Sebotol Kopi Sambil Keliling Kota Bandar Lampung (26122)
Interior bus Genta Trans yang digunakan sebagai kafe berjalan di Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/9) | Foto: Dimas Prasetyo/Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Minum kopi di kafe itu sudah sangat lazim bagi masyarakat Kota Bandar Lampung. Namun kali ini ada cara unik untuk menikmati kopi yakni di dalam bus.
ADVERTISEMENT
Ya, saat ini ada sebuah bus yang dikonsep ala-ala kafe berjalan di Kota Tapis Berseri. Bus tersebut bernama NgoBusGeh atau juga dikenal ngopi di bus.
Video
Owner Kopi Teman Dekat, Reza Azis Mukti, mengatakan bahwa konsep ini bermula atas imbas dari pandemi COVID-19. Pada saat itu temannya, Alvin, bercerita bus Genta Trans miliknya yang beberapa bulan terakhir tidak beroperasi.
"Sebenarnya ini awalnya obrolan di meja kopi, kita ngorbol sharing-sharing bus dari Februari sudah gak jalan. Sejak pandemi bus itu gak pernah dapet sateran, jadi mangkrak di garasi," ungkapnya saat diwawancarai Lampung Geh, Sabtu (5/9).
Atas dampak dari pandemi tersebut munculah suatu inovasi bahwa bus ini dibuat menjadi kafe berjalan yang berkolaborasi dengan Kopi Teman Dekat.
NgoBusGeh: Cara Beda Nikmati Sebotol Kopi Sambil Keliling Kota Bandar Lampung (26123)
Sebotol Kopi Teman Dekat di NgoBusGeh Bandar Lampung, Sabtu (5/9) | Foto: Dimas Prasetyo/Lampung Geh
"Di masa transisi era new normal, jadi kita punya ide busnya kita buat kafe. Tadinya bangku 50 kita ubah jadi bolak balik 32 bangku. Jadi kita kembangkan buat kafe bus," terang Reza.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, NgoBusGeh telah beroperasi lebih dulu di Kota Metro pada 22 Agustus 2020. Namun lantaran konsep kafe bus ini semakin viral, maka pihaknya mulai mengembangkan diri di Kota Bandar Lampung.
"Tanggal 22 dan 23 Agustus itu pertama trip di Metro, di Bandar Lampung sejak kemarin tanggal 4 September," ujar pria berumur 24 tahun ini.
Jenis bus yang digunakan pun tak tanggung-tanggung yaitu Big Bus Pariwisata. Fasilitasnya interior bus juga cukup mewah dengan aneka lampu kabin berwarna-warni sehingga lebih terlihat elegan.
"Ini kita coba baru 1 unit dulu, antusiasnya masih naik turun belum stabil. Di Metro sama Bandar Lampung masih bagus (antusiasnya)," katanya.
NgoBusGeh: Cara Beda Nikmati Sebotol Kopi Sambil Keliling Kota Bandar Lampung (26124)
Penumpang saat asik menikmati sebotol Kopi Teman Dekat di dalam Bus Genta Trans, Sabtu (5/9) | Foto: Dimas Prasetyo/Lampung Geh
Dalam satu kali trip, NgoBusGeh melakukan perjalanan selama 90 menit dengan rute titik awal di Taman Gajah melewati Pahoman, Garuntang, Teluk Betung, dan kembali ke Taman Gajah.
ADVERTISEMENT
"Kita berangkat setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu sampai bulan November. Itu jadwalnya jam 2 siang, 4 sore, dan 7 malam. Tiga kali trip sehari, walaupun sepi kita tetap berangkat," jelasnya.
Setiap penumpang akan mendapat fasilitas berupa satu botol Kopi Teman Dekat dan empat jenis makanan ringan di bus dengan tagline #NgopiDiBusGehYay ini.
NgoBusGeh: Cara Beda Nikmati Sebotol Kopi Sambil Keliling Kota Bandar Lampung (26125)
Bus Genta Trans yang digunakan sebagai kafe berjalan di Kota Bandar Lampung, Sabtu (5/9) | Foto: Dimas Prasetyo/Lampung Geh
"Kalau kafe bus ini sebenarnya bisa juga pesan tiket aja tanpa minuman dan snack itu Rp 50 ribu. Kalau mau langsung ada kopi dan snack itu Rp 85 ribu," papar Reza.
Jika hanya membeli tiket, penumpang dapat memilih menu makanan ringan yang terdapat di dalam bus. Kedepannya pihaknya pun akan menambah beberapa menu khas Lampung.
ADVERTISEMENT
"Kalau pesan tiket Rp 50 ribu itu kita gak boleh bawa makanan dari luar, enaknya sepaket saja lebih murah. Kalau pesan minum disini hitungnya per botol. Kopi Rp 35 ribu, dan snack varian harganya Rp10 sampai Rp 15 ribu," bebernya.
NgoBusGeh: Cara Beda Nikmati Sebotol Kopi Sambil Keliling Kota Bandar Lampung (26126)
Aneka makanan ringan di NgoBusGeh Bandar Lampung, Sabtu (5/9) | Foto: Dimas Prasetyo/Lampung Geh
Konsep kafe berjalan tersebut biasanya sangat digandrungi para milenial, hal itu lantaran ini merupakan cara berbeda untuk menikmati sebotol kopi.
"Kalau di Bandar Lampung rata-rata milenial yang naik, kalau kemarin di Metro itu kebanyakan keluarga. Jadi rata-rata orang yang gak punya waktu banyak untuk liburan ke luar, itu lebih pilih naik bus ini. Jadi bisa menikmati kopi dari sisi yang beda," pungkasnya.(*)