OAIL Itera Abadikan Pesona Langit Lampung saat Pemadaman Listrik
·waktu baca 2 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung - Blackout atau pemadaman listrik besar-besaran yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk Lampung, pada 4–5 Juni 2024, menjadi peristiwa yang banyak dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat.
Namun, di balik pemadaman listrik, para astronom Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) justru memanfaatkan langit yang bebas polusi cahaya untuk mengabadikan pesona langit Lampung, hingga menikmati keindahan Galaksi Bima Sakti.
Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Robiatul Muztaba yang ikut dalam pengamatan bersama tim OAIL Itera, menyebut kejadian blackout merupakan momen langka bagi astronom, khususnya untuk mendapatkan langit yang bebas dari polusi cahaya.
“Jika masyarakat sadari, dan melihat ke langit pada saat pemadaman listrik terjadi di Sebagian besar wilayah Lampung, maka kemungkinan besar bisa melihat keindahan Galaksi Bima Sakti yang membentang di atas kepala kita,” ujar Robiatul Muztaba.
Seperti potret bentangan galaksi Bima Sakti yang berhasil tim OAIL abadikan melalui foto yang diperoleh ketika terjadi pemadaman listrik, beberapa malam yang lalu.
Lebih lanjut, Robiatul Muztaba menerangkan, polusi cahaya merupakan tindakan yang berlebihan dan tidak efisien dalam menggunakan pencahayaan lampu. Oleh karena itu, jika masyarakat di kota-kota besar, menerapkan pencahayaan yang baik dan ramah lingkungan, tentu akan mendapatkan keindahan langit malam.
Lanjut, Salah satu caranya adalah membuat tudung lampu. Tudung lampu tersebut berfungsi untuk membatasi pendaran cahaya yang mengarah ke langit sehingga hanya berfokus pada pencahayaan ke arah Bumi saja.
Robiatul Muztaba atau akrab disapa Aji, juga menyebut, memandangi langit malam merupakan salah satu cara manusia melakukan wisata spiritual.
“Kita akan membayangkan sejauh mana alam semesta itu? Dari mana kita berasal? kenapa kita dilahirkan di bumi bukan di planet lainnya? Pertanyaan sederhana namun sulit untuk menjawabnya akan membawa kita pada batas logika berpikir secara ilmiah, sehingga batin kitalah yang akan merasakan betapa kecilnya tentang keberadaan manusia jika dibandingkan alam semesta itu sendiri,” ujar Robiatul.
Rumah galaksi kita adalah salah satu dari triliunan galaksi di alam semesta. Para astronom telah mempelajarinya dengan giat selama hampir satu abad, sejak Edwin Hubble menemukan bahwa Andromeda yang merupakan galaksi terdekat dari galaksi kita.
Seperti yang diketahui, Robiatul menyampaikan, Bima Sakti adalah galaksi spiral berbatang yang berusia sekitar 13,6 miliar tahun. Merupakan galaksi induk sebagai rumah kita dalam skala kosmos.
