Konten Media Partner

OAIL Itera Gelar Pengamatan Hilal 1 Syawal 1446 H, Diprediksi Digenapkan 30 Hari

29 Maret 2025 9:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pengamatan hilal di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman Alat MKG Kampus Itera. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengamatan hilal di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman Alat MKG Kampus Itera. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Lampung Selatan - Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan melaksanakan pengamatan hilal 1 Syawal 1446 Hijriah pada 29-30 Maret 2025 di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS), Taman Alat MKG Itera.
ADVERTISEMENT
Adapun pengamatan hilal ini dilakukan bertujuan untuk mengkaji visibilitas hilal secara ilmiah dan mendukung proses penentuan awal bulan Syawal.
Ketua Tim Pengamatan Hilal OAIL, Annisa Novia Indra Putri mengatakan penentuan awal bulan Hijriah bergantung pada pengamatan atau perhitungan visibilitas hilal yang muncul setelah matahari terbenam pada 29 setiap bulan Hijriah.
Menurutnya, apabila hilal tidak terlihat atau berdasarkan perhitungan dinyatakan tidak mungkin terlihat, maka bulan berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari sebelum memasuki bulan baru.
“Hasil perhitungan kami menunjukkan pada 29 Maret 2025 atau 29 Ramadan 1446 H, hilal berada di bawah horison saat Matahari terbenam, dengan ketinggian-02°:36′:00″. Selain itu, hilal juga belum mencapai konjungsi dengan Matahari," katanya.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Annisa hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS, sehingga kemungkinan besar Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.
ADVERTISEMENT
Annisa melanjutkan pada 30 Maret 2025 atau 30 Ramadan 1446 H, hilal diprediksi sudah berada di atas horison barat saat matahari terbenam.
"Berdasarkan perhitungan OAIL, pada pukul 18:06 WIB, umur hilal mencapai 22 jam 42 menit dengan ketinggian +09°:10′:16″ serta elongasi +13°:39′:09″. Bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18:50 WIB," ucapnya.
Annisa menuturkan, pengamatan hilal kali ini akan menggunakan Teleskop Robotik OZT-ALTS, yakni refraktor triplet apokromat berdiameter 152 mm dengan panjang fokus 1200 mm.
Dimana, teleskop ini dilengkapi dengan detektor kamera CCD monokrom berkecepatan tinggi dengan filter inframerah serta kamera CMOS berwarna.
"Pengamatan hilal Syawal 1446 H oleh OAIL tidak dibuka untuk umum. Masyarakat yang ingin mengetahui hasil pengamatan dapat memantau akun Instagram resmi OAIL, @oail.itera," sebutnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Annisa mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 29 Maret 2025 sebagai acuan resmi penentuan 1 Syawal 1446 H. (Yul/Put)