Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1
Konten Media Partner
Operator Pengendali Jaringan Narkoba Fredy Pratama Dituntut Hukuman Pidana Mati
2 Februari 2024 15:49 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Bandar Lampung - Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri, Bandar Lampung, menuntut Muhammad Rivaldo Miliandri alias KIF dengan hukuman pidana mati.
ADVERTISEMENT
KIF diketahui merupakan operator pengendali atau tangan kanan dari gembong narkoba Fredy Pratama yang merupakan jaringan Internasional.
Pembacaan tuntutan itu dilakukan jaksa Eka Aftarini dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada Kamis (1/2) sore kemarin.
"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Rivaldo Milianri dengan pidana mati," kata jaksa penuntut umum Eka Aftarini saat membacakan tuntutannya di hadapan Hakim Ketua Lingga Setiawan.
Jaksa menyatakan, KIF telah terbukti bersalah ikut terlibat dalam jaringan narkoba internasional Fredy Pratama dengan berperan sebagai operator pengendali.
"Terdakwa berperan mengatur segala proses pengiriman narkoba mulai dari mengatur penginapan hingga proses penjemputan," ujar jaksa.
Tak hanya itu, dijelaskan jaksa, KIF juga yang menjalin komunikasi dengan mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, Andri Gustami yang turut terlibat dalam jaringan ini berperan sebagai kurir spesial.
ADVERTISEMENT
Sementara atas tuntutan pidana mati ini, terdakwa KIF menyatakan akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi.
Seperti diketahui, tuntutan pidana mati juga sebelumnya diberikan kepada mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan Andri Gustami.
Tuntutan pidana mati itu diberikan kepada terdakwa Andri Gustami lantaran telah terbukti bersalah terlibat dalam jaringan narkoba internasional Fredy Pratama.
"Terdakwa Andri Gustami telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan pemufakatan jahat terkait narkotika sebagaimana dalam dakwaan pertama yaitu Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata jaksa.
Dalam menuntut pidana mati terhadap Andri Gustami ini, jaksa juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan.
Di mana, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah menyalahgunakan jabatan sebagai Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan.
ADVERTISEMENT
"Perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika, sementara hal yang meringankan tidak ada," ungkap jaksa. (Lih/Put)