Pangkas Biaya Puluhan Juta, 17 Calon PMI Ikuti SP2T Taiwan di Lampung

Lampung Geh, Bandar Lampung - Sebanyak 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti Seleksi Placement Program Taiwan (SP2T) di Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI ( BP3TKI) Lampung, Senin (30/12).
Dalam arahannya, Kepala BP3TKI Lampung Ahmad Salabi mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara BNP2TKI Indonesia dan Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), serta pihak perusahaan Ho Yu Textile.
"Kegiatan rekrutmen secara langsung ini untuk memangkas biaya yang seringkali membebani calon PMI, maka pihak perusahaan langsung yang datang untuk melakukan seleksi, tanpa perantara pihak ketiga. Adapun untuk biaya yang dikeluarkan selama proses pendaftaran sampai pemberangkatan, khususnya bagi Calon PMI yang dinyatakan lolos oleh pihak Ho Yu Textile, biaya tersebut akan di-reimburst atau diganti," jelas Ahmad Salabi.
Ahmad Salabi menerangkan bahwa di Lampung saat ini PJTKI yang terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung sebanyak 125 agen. Yang apabila Calon PMI berangkat melalui PJTKI, biaya yang dikeluarkan akan lebih besar, mencapai angka 40 juta rupiah untuk negara tujuan Taiwan. Di sisi lain Ahmad Salabi juga mengimbau kepada para Calon PMI untuk mengikuti semua tahapan seleksi dengan serius namun tetap rileks, demi kelancaran masing-masing Calon PMI dalam menjalani tes seleksi.
Sementara May dari KDEI Taipei mengimbau kepada peserta SP2T untuk mengusahakan yang terbaik dan percaya diri dalam menunjukan skill yang dimiliki. May juga berharap, ke depan SP2 T ini akan semakin banyak peminatnya mengingat dari tahun ke tahun kuota rekrutmen selalu bertambah.
Setelah mengikuti serangkaian pengarahan, Calon PMI menjalani tes tertulis Bahasa Inggris singkat dalam waktu 5 menit. Setelah itu baru Calon PMI akan dipanggil satu persatu mengikuti tes buta warna dan tes wawancara mengenai kesiapan dan kemauan untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Adapun jumlah Calon PMI yang mendaftar SP2T secara online sebanyak 214, sedangkan yang dinyatakan lolos seleksi berkas sebanyak 24 orang, sementara peserta yang hadir mengikuti seleksi hari ini sebanyak 17 orang. Peserta tidak hanya berasal dari Lampung, namun juga ada yang berasal dari luar Lampung seperti, Jawa Barat, Magelang, Padang dan Sumatera Selatan. Dan karena kondisi jarak, maka tidak semua peserta yang lolos seleksi berkas dapat mengikuti rangkaian tes hari ini.
Dalam SP2T kali ini menghadirkan User dari perusahaan Taiwan yaitu Ho Yu yang bergerak di bidang industri tekstil, yaitu Jwo Chin Jen, yang mewakili perusahaan untuk proses rekrutmen secara langsung.
Ahmad Salabi melanjutkan bahwa pihak Ho Yu Textile berharap, ada banyak orang Indonesia yang dapat mengisi posisi di perusahaannya, yang selama ini masih didominasi oleh pekerja asal Vietnam dan Filipina.
"Sementara yang dibutuhkan saat ini oleh perusahaan Ho Yu, bukan mengutamakan skill, melainkan penguasaan bahasa yaitu Bahasa Mandarin. Hal ini dikarenakan semua mesin produksi di perusahaan itu menggunakan Bahasa Mandarin, kalau nggak menguasai bahasanya maka nggak bisa kerja," ujar Ahmad Salabi.
Dan untuk mengatasi kendala penguasaan Bahasa Mandarin, Calon PMI yang lolos seleksi ini nantinya akan terlebih dahulu mengikuti kursus Bahasa Mandarin.
Yuda Prasetyo salah satu Calon PMI dari Magelang mengikuti SP2T di BP3TKI Lampung. Dirinya rela menempuh jarak dari Magelang ke Lampung untuk mengikuti SP2T, yang awalnya mendapatkan informasi dari ibunya yang juga sebagai PMI di Taiwan.
"Untuk mengikuti seleksi ini saya sempat mengikuti kursus Bahasa Mandarin untuk persiapan. Saya tertarik ikut seleksi ini karena ibu saya juga TKI di Taiwan, dan ibu sempat menawarkan sama saya untuk ke sana. Lalu cari informasi, terus ikut SP2T, " ujar Yuda.
Yuda mengungkapkan bahwa dirinya baru pertama kali mengikuti SP2T, dan sebelumnya bekerja sebagai operator di SPBU.
"Pas wawancara tadi hanya ditanya seputar profil saya dan keluarga, lalu jarak dari rumah ke Lampung. Lalu pas tes tulis tadi untuk soal-soalnya bisa saya kerjakan semua," tutup Yuda. (*)
