Kumparan Logo
Konten Media Partner

Partisipasi Pilkada Lampung: Pesisir Barat Tertinggi, Bandar Lampung Terendah

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jajaran Anggota KPU Provinsi Lampung dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Media Relationship Pilkada Serentak Tahun 2024 | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Jajaran Anggota KPU Provinsi Lampung dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Media Relationship Pilkada Serentak Tahun 2024 | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Lampung tahun 2024 mencapai 65,39 persen.

Dari total 6.527.414 pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), sebanyak 4.267.976 orang menggunakan hak pilihnya.

Anggota KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Lampung, Dedi Fernando, mengungkapkan bahwa data ini telah dihimpun dari seluruh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se-Lampung.

“Data partisipasi ini sudah masuk 100 persen dari seluruh KPU kabupaten/kota. Totalnya, partisipasi pemilih tingkat kabupaten/kota mencapai 65,39 persen,” ujar dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Media Relationship di Bandar Lampung, pada Jumat (6/12).

Anggota KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Lampung, Dedi Fernando | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Dedi menjelaskan, Kabupaten Pesisir Barat mencatat tingkat partisipasi pemilih tertinggi dengan 79,02 persen. Sebaliknya, Kota Bandar Lampung menjadi daerah dengan tingkat partisipasi terendah, yakni hanya 51,99 persen.

“Partisipasi tertinggi ada di Pesisir Barat dengan 79,02 persen. Sementara Bandar Lampung menjadi yang terendah dengan 51,99 persen,” jelas Dedi.

Dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya, tingkat partisipasi pemilih pada tahun ini mengalami penurunan.

Dedi menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi, di antaranya penggabungan tempat pemungutan suara (TPS) dan kurangnya daya tarik figur calon kepala daerah.

“Jumlah pemilih per TPS sebelumnya hanya sekitar 300 orang, tapi Pilkada kali ini meningkat menjadi 600 orang per TPS. Hal ini menyulitkan akses bagi sebagian pemilih di wilayah tertentu,” katanya.

Ia juga menyoroti minimnya kedekatan figur calon kepala daerah dengan masyarakat sebagai salah satu alasan menurunnya partisipasi.

“Kampanye calon tidak menyentuh kebutuhan masyarakat, ini menjadi salah satu penyebab rendahnya antusiasme pemilih,” tambahnya.

Untuk mengatasi penurunan partisipasi, KPU Lampung akan segera melakukan evaluasi bersama stakeholder terkait.

“Kami akan mengevaluasi dan membahasnya dengan stakeholder untuk mencari solusi agar partisipasi pemilih bisa meningkat di masa mendatang,” ujarnya.

Berikut adalah tingkat partisipasi pemilih di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung:

1. Pesisir Barat: 79,02 persen

2. Kota Metro: 73,73 persen

3. Pringsewu: 73,32 persen

4. Mesuji: 72,51 persen

5. Way Kanan: 72,39 persen

6. Tulang Bawang Barat: 71,80 persen

7. Pesawaran: 71,75 persen

8. Tanggamus: 70,40 persen

9. Lampung Utara: 69,77 persen

10. Lampung Barat: 68,20 persen

11. Tulang Bawang: 64,30 persen

12. Lampung Timur: 64,13 persen

13. Lampung Selatan: 63,61 persen

14. Lampung Tengah: 61,15 persen

15. Bandar Lampung: 51,99 persen

Sementara itu, untuk partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur Lampung Dedi menyebutkan masih dalam tahap penyusunan dan akan diumumkan besok dalam rapat pleno rekapitulasi suara, di Hotel Emersia Bandar Lampung, pada Sabtu (7/12). (Cha/Put)