Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pembangunan RSPTN Unila Hampir Rampung

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar Desain Kontruksi Gedung Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) ,| Foto : Humas Unila
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Desain Kontruksi Gedung Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) ,| Foto : Humas Unila

Lampung Geh, Bandar Lampung – Pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) sudah hampir rampung.

Berdasarkan pantauan Lampung Geh di lokasi, bangunan utama rumah sakit sudah hampir selesai. Warna bangunan luar di dominasi biru dan putih. Dan sejumlah bagian lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Proyek pembangunan RSPTN Unila sekaligus Integrated Research Center (IRC) ini mulai dikerjakan sejak 2024.

Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, mengatakan pembangunan RSPTN masih terus berjalan sesuai kontrak yang ada.

“Sekarang masih berlanjut, belum selesai kontraknya," ujarnya.

Disinggung mengenai waktu penyelesaian, Lusmeilia mengatakan akan menginformasikannya nanti.

"Nanti kalau sudah selesai pasti akan di beritahu,” ujarnya saat ditemui Lampung Geh, pada Rabu (17/9).

Diketahui juga Universitas Lampung (Unila) akan membuka 5 program dokter spesialis di bawah naungan Fakultas Kedokteran. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unila, Prof Lusmelia Afriani pada podcast "Kata Rektor Unila, Menyambut Dies Natalis ke-60" yang diunggah akun YouTube Admi Syarif Institute, pada Rabu, 10 September 2025. Dalam podcast tersebut, Lusmelia mengatakan, pembukaan program spesialis telah di support penuh oleh pemerintah melalui menterinya, terutama untuk kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran. "Jadi kita di bawah bantuan Unpad untuk membuka program studi spesialis. Dan ini yang disetujui itu ada lima," katanya. Rektor menjelaskan, Unpad membuka dulu program tersebut, tapi mahasiswanya adalah mahasiswa Unila karena ini sedang persiapan pembukaan penyusunan program. "Lima itu ada bedah, ada saraf, ada mata, ada anestesi, dan kemudian satu lagi penyakit dalam," lanjutnya. (Taufik/Put)