Konten Media Partner

Pemudik Roda Dua Mulai Penuhi Pelabuhan Ciwandan Banten, Arus Lancar Tanpa Macet

29 Maret 2025 7:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana Arus mudik di Pelabuhan Ciwandan, Banten | Foto: Eva Nurdiah/ Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Arus mudik di Pelabuhan Ciwandan, Banten | Foto: Eva Nurdiah/ Lampung Geh
ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Banten – Pemudik dengan menggunakan kendaraan roda dua mulai memadati Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada Jumat (28/3) sekitar pukul 23.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, suasana terpantau berjalan lancar tanpa terjadi kemacetan. Namun, lonjakan pemudik semakin terasa setelah pukul 00.00 WIB, dengan antrean sepeda motor yang cukup panjang.
Salah satu pemudik, Novrian Hellen Wijaya, yang hendak melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Baturaja, Palembang, mengatakan mudik kali ini lebih ramai.
Novrian Hellen Wijaya, Pemudik Jakarta-Palembang | Foto: Eva Nurdiah/ Lampung Geh
“Rame, capek, tapi dibandingkan tahun kemarin, tahun ini lebih ramai dan padat. Cuma, untuk pelayanan di pelabuhan, karena terbagi antara Pelabuhan Merak dan Ciwandan, bisa mengantisipasi kepadatan pengguna roda dua,” ujar Novrian.
Ia juga membandingkan arus mudik tahun ini dengan sebelumnya dan menjelaskan alasan memilih mudik di malam hari.
“Perbandingan tahun ini lebih padat, apalagi tanggal 28 dan 29 Maret yang memang jadi puncak arus mudik ke arah Sumatra. Saya lebih memilih mudik malam hari karena ketika sampai di Lampung jalanan lebih lengang, dan saya bisa tiba di Palembang sekitar jam 3 atau 4 pagi. Kalau berangkat siang, panas di jalan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Novrian juga menyampaikan berangkat dari Jakarta sekitar pukul 19.00 WIB. Saat memasuki pintu gerbang pelabuhan, arus kendaraan masih lancar, meski kepadatan mulai terasa ketika berada di dalam pelabuhan menuju kapal.
Kepadatan arus mudik diprediksi akan terus terjadi hingga puncaknya pada 29 Maret, seiring dengan meningkatnya jumlah pemudik yang memilih menyeberang ke Sumatra menjelang Idul Fitri. (Eva/Put)