Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pertahankan Budaya, Pemkot Bandar Lampung Gelar Festival Dalang Wayang Kulit

Lampung Gehverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu peserta festival dalang wayang kulit sedang mementaskan kisah pewayangan, Rabu (19/2) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu peserta festival dalang wayang kulit sedang mementaskan kisah pewayangan, Rabu (19/2) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Lestarikan budaya dan jaga persatuan bangsa, Pemkot Bandar Lampung gelar Festival Dalang Wayang Kulit se-Lampung tahun 2020, Rabu (19/2).

Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN mengungkapkan bahwa gelaran Festival Dalang Wayang Kulit se-Lampung ini untuk menumbuhkembangkan budaya di Lampung, khususnya di Kota Bandar Lampung.

"Saya ingin budaya kita dikenal oleh masyarakat, baik di Provinsi Lampung maupun nasional. Dan pada perjalanannya, festival seperti ini pernah meraih Rekor Muri pada tahun 2017 lalu," kata Herman.

Menurut Herman, festival seperti ini baru pertama di Indonesia, yaitu di Kota Bandar Lampung. Maka, dalam hal ini Pemerintah Kota Bandar Lampung akan terus mempertahankannya. Meskipun pada tahun ini pesertanya cenderung berkurang, lanjut Herman, yang terpenting adalah esensi pelestarian budayanya dari tahun ke tahun yang harus dipertahankan.

"Di Lampung ini, terdiri dari banyak budaya, dan masyarakat Lampung berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Jadi, mari kita junjung tinggi persatuan dan kesatuan demi memajukan daerah kita," tambah Herman.

Selain festival wayang kulit, Pemkot Bandar Lampung juga telah menyelenggarakan festival gitar tunggal yang merupakan kesenian asli Lampung. Dan menurut Herman, pementasan wayang kulit menggunakan Bahasa Lampung juga sudah pernah dilaksanakan, yaitu di Lampung Tengah.

Acara yang digelar di Bundaran Tugu Adipura Bandar Lampung ini akan berlangsung selama 4 hari, mulai dari 19-22 Februari 2020, siang dan malam. Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, M. Yudhi mengatakan bahwa festival ini diikuti oleh 70 dalang wayang kulit se-Provinsi Lampung.

Festival dalang wayang kulit se-Lampung digelar di tugu Adipura Bandar Lampung dari tanggal 19-22 Februari 2020, Rabu (19/2) | Foto : Sidik Aryono Lampung Geh

"Festival dalang wayang kulit ini akan berlangsung selama 4 hari ke depan. Dan setiap peserta akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500.000," kata Yudhi

Yudhi juga mengatakan bahwa ke depan, bukan hanya festival wayang kulit saja, namun jika memungkinkan akan diadakan festival kuda lumping dan campur sari. Di sisi lain, Sugeng P Hariyanto selaku ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Lampung mengharapkan melalui festival wayang kulit ini, tidak hanya wayang bercorak budaya Jawa saja yang dikenal masyarakat, tetapi pihaknya juga ingin agar tokoh-tokoh utama pewayangan disentuh dengan corak budaya Lampung.

"Ke depan, wayang dengan sentuhan motif tapis yang merupakan corak budaya Lampung juga ingin kita pentaskan ke nasional. Dan saya juga berharap, festival ini dapat dicontoh oleh daerah-daerah lain," ujar mantan Rektor Unila tersebut. (*)