Pertama Digelar, Lampung Barat Jadi Ikon Lampung Craft 2020

Lampung Geh, Bandar Lampung - Pertama kali digelar, Lampung Craft 2020 mengusung tema dengan corak budaya Lampung Barat, Minggu (14/3).
Lampung Craft 2020 merupakan event pameran kerajinan yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung. Bertempat di Gedung Graha Wangsa Teluk Betung Bandar Lampung, Lampung Craft 2020 diselenggarakan selama dua hari yakni tanggal 14-15 Maret 2020 mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Event pameran tersebut diikuti oleh pengrajin dari 15 kabupaten/kota se-Lampung, serta pengrajin dari mitra binaan BUMN/S di Lampung.
Berbagai kerajinan yang dipamerkan di Lampung Craft 2020 beranekaragam, mulai dari tapis Lampung, batik Lampung, berbagai kerajinan tangan seperti tas, taplak meja, kopiah, kerudung, kerajinan dari kayu, yang semuanya mengandung corak adat dan kebudayaan Lampung.
Gelaran Lampung Craft 2020 ini mengangkat kain Celugam dari Lampung barat sebagai ikonnya. Hal ini juga terlihat jelas mulai dari booth hingga seragam yang dikenakan pejabat dan tamu yang hadir bermotif kain Celugam Lampung Barat.
Celugam adalah kerajinan kain khas Kabupaten Lampung Barat yang memiliki keunikan bentuk dan susunan warna yang dibuat dengan teknik penyambungan atau patchwork. Celugam biasanya dipakai pada kegiatan adat yaitu dalam bentuk alas kasur, taplak meja, sarung bantal, yang keseluruhan tersebut merupakan perlengkapan acara adat dan sudah digunakan secara turun-temurun. Warna dasar Celugam sendiri yaitu hitam, putih, merah, dan orange, yang memiliki makna keseimbangan. Motif Celugam sendiri terbagi menjadi, putut manggus, kekeris, lalamban, dan pipon.
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal mengatakan bahwa event Lampung Craft ini menjadi salah satu wahana terbesar untuk pertemuan bagi seluruh pengrajin yang ada di Lampung. Selain itu, gelaran Lampung Craft 2020 ini juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) provinsi Lampung ke 54 tahun yang jatuh pada 18 Maret, dan HUT Dekranasda ke 40.
"Pameran yang pertama kalinya digelar ini akan menjadi ajang promosi produk kreatif dan inovatif dari pengrajin di Lampung. Tahun ini ikonnya adalah Kabupaten Lampung Barat, dengan kekayaan dan keragaman khasanah budaya Lampung yang mewarnai Lampung Craft," ujar Riana Sari dalam laporannya.
Selain itu, Riana menambahkan bahwa terselenggaranya Lampung Craft 2020 ini dengan tujuan untuk mempromosikan produk-produk pengrajin Lampung, memotivasi pengrajin Lampung, membuka peluang bagi perajin untuk dapat melakukan transaksi dagang secara langsung, serta mendorong masyarakat agar bangga menggunakan produk kerajinan asli Lampung. Beberapa kegiatan yang akan turut memeriahkan acara ini yaitu, pameran kerajinan, demo kerajinan, talkshow, fasion show, dan lomba kerajinan terbaik.
"Tahun ini kita mengangkat tema Lampung Barat, dan Lampung Craft ini akan diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun depan yang akan menjadi tuan rumahnya, adalah Kabupaten Tanggamus," kata Riana sekaligus mengakhiri laporannya.
Sementara Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang turut hadir membuka acara mengungkapkan bahwa dengan adanya Lampung Craft diharapkan dapat menopang kemajuan bidang ekonomi kreatif dan mengembangkan warisan budaya Lampung.
"Diharapkan Lampung Craft juga dapat mengedukasi masyarakat, dimana sebagian besar pelaku industri merupakan industri skala kecil. Selain itu, pengembangan SDM bagi pelaku usaha juga perlu dilakukan. Karena SDM merupakan faktor penting dalam pengembangan usaha," ungkap Arinal.
Arinal menambahkan, pengembangan SDM tersebut dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan, bimbingan teknis, serta pendampingan yang nantinya akan bermitra dengan BUMN dan swasta sebagai CSRnya. Arinal juga berharap ke depannya, Lampung Craft juga memamerkan produk-produk hortikultura. (*)
