Puluhan Tabung Oksigen Mengantre di Salah Satu Agen Isi Ulang di Bandar Lampung
·waktu baca 3 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung - Tabung oksigen mengalami kelangkaan semenjak lonjakan kasus COVID-19 dalam dua minggu terakhir, sejumlah tabung menunggu antrean di salah satu tempat isi ulang oksigen di Bandar Lampung, Rabu (7/7)
Pantauan Lampung Geh, di agen isi ulang oksigen yang beralamat di Jalan Tamin Gang Merpati Nomor 7, Kelurahan Suka Jawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, terpasang pengumuman "Mohon Maaf Oksigen Sedang Kosong". Sedangkan di teras rumahnya, berbaris belasan tabung oksigen ukuran 1 m³.
Cici, pemilik agen isi ulang tabung oksigen dengan ramah menyambut masyarakat yang datang membawa tabung oksigen sembari menjelaskan bahwa saat ini stok isi ulang sedang kosong. Setelah menerima tabung, dia pun menempelkan nama dan nomor handphone pemilik tabung, yang kemudian akan dihubungi saat tabung oksigen telah diisi ulang.
Di atas barisan tabung oksigen tertulis biaya isi ulang, untuk tabung kecil ukuran kecil 1 m³ dibanderol dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan untuk tabung besar kapasitas 6 m³ dibanderol dengan harga Rp 100 ribu.
Cici menuturkan, semenjak kelangkaan tabung oksigen, pasokan untuk agen seperti miliknya dibatasi hingga 20 tabung besar perhari. Sedangkan antrean tabung oksigen di tempatnya, pada hari biasa berkisar 10 tabung, namun dalam kondisi seperti sekarang lebih dari 20 antrean tabung. Menurutnya, saat ini pasokan isi ulang tabung oksigen untuk agen dibatasi, karena sedang diprioritaskan untuk rumah sakit, yakni untuk pasien positif COVID-19.
"Sebelumnya lebih dari 20 tabung pasokannya. Kalau peningkatan permintaan terjadi akhir-akhir ini, sekitar dua minggu terakhir. Kita terima dulu tabungnya, ini banyak yang sudah antre, kalau sudah diisi nanti dihubungi," kata Cici.
Selain pelanggan yang membawa tabung kecil, ada juga tabung berukuran besar. Untuk tabung oksigen berukuran besar berasal dari beberapa Puskesmas di Bandar Lampung, hingga Pesawaran.
Jika biasanya agen isi ulang milik Cici melayani semua pelanggan, saat ini hanya melayani kebutuhan bagi orang yang sakit. Dia berharap, harga isi ulang tabung oksigen tidak mengalami kenaikan.
"Mudah-mudahan tidak naik harganya, agar kami bisa membantu. Sekarang kami utamakan melayani yang sakit, jadi kalau ada yang baru pertama kali kesini kami tanyakan dulu kebutuhannya, apakah untuk pasien COVID-19 atau yang lain. Ada juga pesanan dari bengkel, itu biasanya tiga hari, didahulukan untuk yang sakit dan kita minta pengertiannya untuk saat ini," ungkapnya.
Cici bersama adik perempuan bergantian melayani pelanggan isi ulang tabung oksigen. Di sisi lain, bahaya terpapar COVID-19 bisa mengancamnya kapan saja. Saat ditanya apakah punya alat pelindung diri (APD), dengan santai Cici menjawab tidak punya, hanya masker yang melekat menutupi hidung dan mulutnya.
"Kalau APD nggak ada, tapi sebelumnya kita mohon maaf dan menanyakan apakah kebutuhannya untuk pasien COVID-19," katanya.
Nando, salah satu warga yang juga hendak mengantri isi ulang tabung oksigen mengaku saat ini kesulitan mendapatkan isi ulang. Jika biasanya dia membeli isi ulang oksigen di sejumlah toko alat kesehatan (alkes), kali ini dia harus mengikuti antrean di agen Pak Samsul. Hal ini dikarenakan di sejumlah toko alkes juga stok isi ulang tabung oksigen sedang kosong.
"Biasanya isi ulang di Kedaton, tapi pada kosong. Tadi dapat info dari teman, katanya di sini ada," kata Nando.
Nando mengatakan, mencari isi ulang tabung oksigen untuk kebutuhan ayahnya yang sedang sakit. Dia berharap, kelangkaan tabung oksigen segera teratasi. "Kalau ini untuk ayah yang sedang sakit. Harapannya pemerintah segera mengatasi masalah kelangkaan tabung oksigen seperti sekarang ini, kasihan masyarakat kesulitan," pungkasnya. (*)
