Ratusan Desa di Lampung Masuk Kategori Bahaya Wilayah Rawan Narkoba
·waktu baca 2 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menyatakan jika peredaran gelap narkotika di Lampung masih mengalami tren kenaikan.
Bahkan, peredaran gelap narkotika di Lampung tidak hanya marak terjadi di perkotaan tetapi juga menyasar di wilayah pedesaan.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, AKBP Henry Julius Pardomuan Siahaan mengatakan, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN dan LIPI pada tahun 2019, angka prevalensi di Provinsi Lampung sebesar 0,90 persen atau sebanyak 31.811 orang penyalahguna.
"Tingkat prevalensi yang naik dengan angka yang cukup mengkhawatirkan. Data ini juga didukung oleh penelitian BNN RI tentang wilayah rawan narkotika yang dilakukan pada tahun 2022," kata Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, AKBP Henry JP Siahaan saat memberikan keterangan dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika di Bandar Lampung, Jumat (24/11).
AKBP Henry menjelaskan, dari 2.638 desa/kelurahan di seluruh wilayah Lampung, ada ratusan desa/kelurahan yang masuk dalam kategori bahaya.
"Yang termasuk dalam kategori bahaya itu ada sebanyak 298 desa/kelurahan," jelasnya.
Selain itu, kata dia, ada sebanyak 576 desa di Lampung yang masuk dalam kategori waspada, dan 1.460 desa masuk kategori siaga, serta yang masuk kategori aman hanya ada sebanyak 304 desa.
"Oleh karena itu, perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah," ungkapnya.
Menurutnya, upaya memberantas peredaran gelap narkotika di Lampung harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat.
"Hal ini lakukan untuk memberikan keyakinan kepada publik menyatakan dan perang serta perlawanan terhadap mafia narkotika," bebernya.
"Minimal dimulai dari tempat tinggal, karena peredaran gelap narkoba saat ini telah masuk ke semua lingkungan masyarakat, sehingga harus memiliki kontrol sosial yang diawali pada lingkungan tempat tinggal kita masing-masing," pungkasnya. (Lih/Put)
