Ratusan Siswa di Sukabumi Bandar Lampung Keracunan MBG, Ada Bakteri di Air
·waktu baca 2 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung – Sebanyak 247 siswa dari SDN 2 Sukabumi, SMPN 31 Bandar Lampung, serta satu SD di Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Jumat (29/8) lalu.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung, Muhtadi A Tumenggung menyebutkan, gejala yang dialami para siswa berupa mual, muntah, dan pusing.
Dari jumlah tersebut, 12 siswa harus dirawat di rumah sakit maupun puskesmas, sementara lainnya menjalani rawat jalan.
“Alhamdulillah kondisi mereka semakin membaik. Semua korban mendapat pelayanan medis gratis, termasuk yang tidak bisa mengklaim BPJS karena langsung ditangani fasilitas kesehatan milik Pemkot,” kata Muhtadi, saat dikonfirmasi pada Rabu (3/9).
Hasil uji awal Diskes menemukan adanya bakteri Escherichia coli (E.coli) dalam air bersih yang digunakan untuk mengolah makanan di dapur katering penyedia MBG di Tirtayasa.
Selain itu, inspeksi di lapangan juga menemukan sejumlah pelanggaran standar kebersihan, mulai dari ruang penyimpanan hingga area pembuatan makanan.
“Temuan langsung kami sampaikan ke Ketua SPPG. Mereka sepakat menghentikan sementara kegiatan dapur sampai kondisi benar-benar steril dan sesuai standar sanitasi,” ujarnya.
Meski uji awal sudah menunjukkan adanya E.coli, Diskes masih menunggu hasil laboratorium resmi dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan sumber utama pencemaran.
“Yang jelas, kami sudah memberikan rekomendasi agar sanitasi diperbaiki dan standar keamanan pangan dipenuhi. Pengawasan terhadap penyedia makanan sekolah juga akan diperketat supaya kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya (Cha/Ansa)
