Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ribuan Warga Suarakan Manifesto Dalam Temu Rakyat Sumatera di Lampung Timur

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ribuan warga serukan manifesto perampasan ruang hidup di Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. | Foto: Rizki Fiesta Febrianto/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Ribuan warga serukan manifesto perampasan ruang hidup di Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. | Foto: Rizki Fiesta Febrianto/Lampung Geh

Lampung Geh, Lampung Timur - Ribuan warga dari berbagai daerah mulai dari Aceh sampai Lampung menyampaikan Manifesto Temu Rakyat Sumatera di Lapangan Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Manifesto ini di sampaikan usai diadakan diskusi pada tanggal 6-7 September. Manifesto ini dimulai dengan pembacaan tuntutan oleh perwakilan rakyat dari berbagai daerah, dan dilanjutkan dengan orasi tentang isu-isu yang menyengsarakan rakyat. Dalam Temu Rakyat Sumatera rakyat memberikan pernyataan sikap diantaranya sebagai berikut: 1. Menolak seluruh bentuk perampasan tanah, laut, hutan, dan ruang hidup rakyat di Sumatera atas nama investasi, pembangunan, dan energi bersih yang adil. 2. Menuntut penghentian segera seluruh proyek tambang, perkebunan skala besar, PLTU, geothermal, PLTA, dan PSN yang merugikan rakyat serta merusak lingkungan. 3. Mendesak pemerintah untuk mencabut peraturan-peraturan yang melegitimasi perampasan ruang hidup rakyat, termasuk perpres, perda, maupun izin-izin korporasi. 4. Menghentikan segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, dan kekerasan terhadap masyarakat yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya. 5. Mengakui, menghormati, dan melindungi hak-hak masyarakat adat, nelayan, petani, perempuan, dan kelompok rentan sebagai pemilik sah ruang hidup. 6. Memperkuat persatuan gerakan rakyat lintas sektor dan lintas wilayah di Sumatera sebagai kekuatan politik alternatif melawan negara dan korporasi yang menindas. 7. Menjadikan contoh-contoh keberhasilan perjuangan rakyat di kepulauan Sumatera sebagai rujukan perjuangan kolektif untuk melawan perampasan ruang hidup. Prabowo Pamungkas, selaku Ketua Pelaksana Temu Rakyat Sumatera menyampaikan dalam perumusan manifesto banyak sekali tantangan. "Tantangan nya banyak sekali baik dari pihak luar ataupun dalam. Kalau dari luar jelas tantangannya adalah negara," jelasnya. Prabowo juga menambahkan ada tantangan dari luar adalah tindakan negara yang represif terhadap rakyat. "Negara dengan aparaturnya yang represif dengan segala macam cara menggunakan undang-undang aturan yang melegitimasi segala perbuatan yang merampas ruang hidup rakyat," ujarnya. Kemudian, ia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, kedepannya akan ada gerakan perjuangan lainnya. "Sesuai dengan kesepakatan dan komitmen akan ada kegiatan ini di dua tahun mendatang," pungkasnya. (Put)