Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sajian Kuliner Western Murah Meriah dari 'Sandwich Nation', Lampung

Lampung Gehverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beberapa menu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa menu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Di saat lapar-laparnya tapi males makan nasi, sandwich atau burger mungkin bisa menjadi solusi. Bayangkan nikmatnya menyantap sandwich atau burger yang masih hangat di cuaca yang mendung.

Kali ini, Lampung Geh coba berwisata kuliner yang ada di Kota Bandar Lampung. Kami pun memilih untuk singgah di Sandwich Nation dan menikmati hidangan yang mereka tawarkan.

Rilliando Diapries selaku pemilik Sandwich Nation sedikit berbincang-bincang tentang usaha yang dibangunnya sejak akhir 2018 ini.

Rilliando Diapries pemilik Sandwich Nation saat diwawancarai Lampung Geh, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

"Awal mula ada Sandwitch Nation ini karena saya dari kecil suka masak tuh, terus sering nonton YouTube lihat makan-makanan luar itu. Jadi bagaimana mengekspresikan ide-ide itu lewat makanan, saya coba tadinya kecil-kecilan," katanya saat ditemui Lampung Geh, Sabtu (28/9).

Konsep dari outlet-nya ini adalah membuka tempat makan ala Western yang berlokasi di Lampung. Tetapi Ando, begitu dia akrab disapa, mengombinasikan makanan barat tersebut dengan bumbu tradisional sehingga memiliki cita rasa tersendiri.

"Makanya bagaimana nge-keep bumbunya tradisional gitu, karena bahan-bahan Western (barat) itu enggak ada di sini (Indonesia)," kata pria lulusan Universitas Teknokrat Indonesia ini.

Ia memulai merintis usaha kecil pertama kali dengan membuka outlet di Palapa 1, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Bisnis kulinernya ini ternyata disambut baik oleh pembeli lantaran sandwich dan burger yang dijualnya dirasa tak menguras kantong.

Hot Dog Fries harga Rp 20 ribu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

"Feedback-nya bagus dimulai dari anak sekolah, mahasiswa karena harganya dibikin enggak mahal. Rp 18 ribu keju, daging, dan roti itu kayaknya sudah worth it banget," ujarnya.

Menurutnya Ando, menjalankan suatu proses bisnis tidak hanya memikirkan dari sisi keuntungan. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utamanya.

"Kenapa saya push harga ini, karena orang beli aja saya sudah senang. Bukan hanya untuk bisnis, saya jualan itu karena saya juga suka. Jadi masalah harga bisa saya nomor duakan," papar dia.

Banyaknya usaha serupa tak membuatnya patah semangat untuk mengembangkan diri. Ini dibuktikannya dengan membuat olahan daging asli tanpa ada campuran bahan olahan.

Smoke Barbeqe Fries harga Rp 25 ribu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

"Bedanya kita meminimalisir bahan olahan, daging kita benar-benar daging. Kita langganan dengan rumah jagal. Itu sapi yang dipotong jam 3 subuh dan jam 5 pagi sudah diantar ke sini. Dan ayam pun kita benar-benar pakai dada ayam, bukan ayam olahan. Kejunya juga kita ordernya dari Australia, karena gak ada di Indonesia," kata Ando.

Meski bahan baku yang tergolong berkelas, namun Ando harus memutar otak agar harga menunya tetap ramah bagi pelajar dan mahasiswa.

Spacy Barbeqe Wings harga Rp 20 ribu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

"Kenapa bisa dapat murah, karena sekali order banyak. Kalau order sedikit itu perbedaan bisa Rp 75 ribu per kilo," ujarnya.

Dalam satu hari setidaknya Sandwich Nation ini bisa menghabiskan 10 kilogram daging sapi untuk memenuhi penjualan di outlet-nya.

"Dalam satu hari Senin-Kamis itu bisa habis 5-6 kilo daging, kalau Sabtu-Minggu itu bisa 10 kilo. Kalau menu yang diandalkan itu Meet and Cheese Sandwitch yang harganya Rp 18 ribu, itu sudah ada dari awal saya buka, bisa 200 pieces habis dalam sehari," jelasnya.

Meet and Chease Sandwitch harga Rp 18 ribu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

"Karena penjualan online juga mendukung, karena dari Gojek-nya juga sering mengadakan promo, jadi sejak gabung online itu naik omzetnya," papar Ando.

Setiap bulannya, Sandwich Nation selalu menampilkan menu baru sebagai bentuk pembaharuan agar memuaskan pelanggannya.

"Tiap bulan ada menu baru, jadi jika ada menu yang low langsung kita ganti. Contoh ayam yang rendah penjualannya langsung kita ganti menunya supaya daging ayam naik penjualannya. Resep lebih banyak nonton ke YouTube, karena basic-nya saya sudah ada di dapur," ungkapnya.

Carbonara Chiken Burger harga Rp 30 ribu di Sandwich Nation, Sabtu (28/9) | Foto : Dimas Prasetyo/Lampung Geh

Ando mengharapkan usaha ini ke depannya dapat berkembang menjadi skala yang lebih besar juga menjadi penjual sandwich dan burger yang selalu diterima oleh masyarakat.

"Harapannya sandwitch eater (penyebutan untuk pelanggannya) saya lebih banyak, dan kebanyakan juga di sini banyak pelanggan tetap," pungkasnya.

Sandwich Nation sendiri berlokasi di Jalan Mayor Sukardi Hamdani, Nomor 28, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Waktu operasional pukul 09.00-21.00 WIB dan buka setiap hari.(*)

-----

Laporan reporter Lampung Geh Obbie Fernando

Editor : M Adita Putra