Sekelompok Pemuda di Lampung Dirikan Teman Memilih, Edukasi Soal Pesta Demokrasi
ยทwaktu baca 3 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung - Sekelompok anak muda di Bandar Lampung, Lampung, menginisiasi gerakan Teman Memilih. Tujuannya, menjaga animo dan antusias pemuda saat Pilpres 2024 untuk diturunkan dalam momen Pilkada Serentak 2024.
Comunnity Organizer (CO) inisiator Teman Memilih Vincensius Soma Ferrer, mengatakan dasar gerakan itu didasari kondisi gelaran Pilkada tinggal menghitung waktu. Namun, masih minim edukasi prihal pesta demokrasi di tingkat lokalan itu.
Padahal, tantangan saat ini, animo dan antusias anak muda dalam memilih pemimpin saat Pilpres pada Februari lalu harus turun juga pada Pilkada, November 2024 nanti.
Tantangan lain, meski antusias pemuda dalam memilih dalam Pilpres kemarin tinggi, banyak yang memilih dengan kondisi minim literasi yang dimiliki untuk bekal untuk menentukan siapa yang harus dipilih, atau hanya sekedar ikut saja.
"Gerakan ini berorientasi untuk pengguna Instagram, dengan nama @temanmemilih, gerakan edukasi politik ini dasarnya untuk membantu anak muda agar bisa mempersiapkan diri untuk memilih pemimpin di daerah dalam Pilkada," kata Soma, sapaannya.
Lebih lanjut, dia menambahkan, banyak anak muda yang enggan butuh penyadaran bahwa memilih kepala daerah, pada dasar sama pentingnya dengan memilih presiden.
Sebab, kepala daerah yang ditunjuk, akan ditugaskan untuk menuntaskan isu dan permasalahan di daerah. Seperti infrastruktur, pendidikan dasar, kepastian lapangan kerja dan upah layak, dan sebagainya.
"Nyatanya, saat ini banyak anak muda yang bisa dibilang masih apatis terhadap Pilkada dengan beragam alasannya," kata dia.
Kemudian, diceritakan juga bahwa banyak media mainstream yang enggan memberikan edukasi dengan segmen yang dituju adalah anak muda. Pemberitahuan dalam media mainstream lebih banyak menggambarkan tentang sosok dan gembar-gembor janjinya saja, yang bisa jadi informasi seperti itu tak menarik bagi kalangan orang muda.
Anak muda saat ini, dianggap lebih butuh literasi yang sederhana dan to the point akan pentingnya memilih dan bagaimana kriteria menentukan kandidat yang harus dipilih.
"Diawali kegelisahan-kegelisahan itu, bersama orang muda yang merupakan anggota dari organisasi mahasiswa PMKRI Bandar Lampung serta pemuda dari Pemuda Katolik Lampung, munculah inisiatif gerakan Teman Memilih," kata dia.
Dengan melibatkan sejumlah anak muda, terus dia, gerakan berbasis daring itu bakal memberikan pemahaman untuk memilih pada Pilkada secara soft dan mudah dikonsumsi anak muda.
Dengan gerakan yang dilakukan anak muda juga, tentu memiliki potensi untuk lebih mudah memahami bagaimana bentuk informasi yang bisa diterima anak muda.
Disisi lain, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Bandar Lampung Robertus Linggar Setiaji menyebut, edukasi yang dihadirkan Teman Memilih bersifat rasional dan independen.
"Platform ini tentu dibuat dengan harapan mengedukasi pemilih pada Pilkada 2024 nanti, sehingga pemilih tidak memilih berdasarkan trend atau gimik namun benar-benar rasional melihat rekam jejak calon," tukasnya. (Al/Put)
