Senilai Rp 42 Miliar, Gedung Laboratorium Teknik 2 Itera Diresmikan

Lampung Geh, Lampung Selatan - Institut Teknologi Sumatera (Itera) meresmikan Gedung Laboratorium Teknik (Labtek) 2 senilai Rp 42 miliar, Senin (27/1).
Rektor Itera, Ofyar Z Tamin memaparkan bahwa Gedung Labtek 2 Itera ini dibangun dengan skema dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun anggaran 2019.
"Tahun ini Itera mendapatkan bantuan pendanaan melalui skema SBSN dengan total anggaran Rp 91,3 miliar. Pembangunan Gedung Labtek 2 menggunakan anggaran sebesar Rp 42 miliar. Sementara pengadaan alat laboratorium anggarannya mencapai Rp 29 miliar. Selain labtek 2, Itera juga mendapatkan bantuan dana SBSN untuk pengadaan alat laboratorium teknik 3 senilai Rp 15 miliar, pengadaan furniture gedung Rp 3 miliar, dan pengadaan jaringan elektronik dan lanskap total Rp.3 miliar," papar Ofyar Z Tamin.
Dia menambahkan bahwa Gedung Labtek 2 Itera merupakan laboratorium terpadu yang akan menjadi tempat praktikum lintas program studi. Akan ada 34 laboratorium untuk 13 program studi seperti, Teknik Mesin, Teknik Material, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Arsitektur, Desain Komunikasi Visual, Arsitektur Lanskap, Teknik Sistem Energi, Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, Biologi, Teknologi Pangan, serta Teknologi Industri Pertanian.
Laboratorium Teknik 2 ITERA juga dilengkapi dengan peralatan modern dan canggih. Di antaranya adalah Universal Testing Machine Swick Roell All Round Z250 SR. Mesin Universal Testing Machine Swick Roell All Round Z250 SR dapat melakukan banyak pengujian di antaranya uji tarik, uji tekan, uji flexural, uji buckling dan sebagainya. Mesin ini dilengkapi dengan software TestXpert III All-In-Suite include dengan 600 Standard Test Programs, TextControl II, Remote Control with Display, Extensiometer, Hydrolic Power Pack (Maks 350 bar), Compression Test Kit 120 x 120, 3-Point Flexure Test, Certificates of Origin dan Kapasitas Loadcell 1 kN (untuk material non logam : komposit dan polimer) dan 250 kN (material logam : steel, carbon steel, stainless steel, almunium dll), berbagai jenis grip sehingga dapat mencekam material berdiameter 6-60 mm.
"Untuk mesin dengan tipe dan spesifikasi ini baru ada 3 di Indonesia yaitu di Institut Teknologi Sumatera, Politeknik Manufaktur Bandung dan Politeknik Industri Logam Morowali," ujarnya.
Pada kesempatan itu turut hadir Direktur Pendidikan Tinggi Iptek dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Hadiat yang juga mengisi kuliah umum. Hadiat mengatakan bahwa tahapan yang dilakukan Itera merupakan tahapan strategis untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
"Tidak hanya infrastruktur, tapi soft skill untuk pembelajaran yang kuat juga penting dalam mnciptakan SDM yang berkualitas. Tenaga pendidik juga bukan hanya modal tittle saja tapi juga pengalaman kerja di bidangnya," ujar Hadiat
Kemudian Hadiat mengatakan bahwa lulusan yang unggul bukan hanya diukur dari IPK saja, tetapi juga bagaimana lulusan mendapatkan pekerjaan yg relevan dengan program studinya. Keterlibatan industri juga cukup penting dalam proses perkuliahan, hal ini bertujuan agar mahasiswa turut mengenal bidangnya dalam kebutuhan industri.
"Kami mendukung rencana Itera, meskipun lokasinya di Lampung, Itera adalah milik seluruh Provinsi di Sumatera, yang juga harus memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk seluruh aspek di Itera, demi mengembangkan potensi daerah yang ada di Sumatera," kata Hadiat.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita di depan pintu masuk gedung dan dilakukan peninjauan bersama ke ruangan laboratorium, serta meninjau beberapa peralatan laboratorium yang sudah tersedia di ruangan. (*)
