Shooting di Lampung, Begini Review Film 11.11. Apa yang Kau Lihat ?

Lampunggeh.co.id, Bandar Lampung - Pariwisata Lampung yang kini sedang menggeliat dan gencar-gencarnya dipromosikan kembali pasca tsunami, tampaknya perlu berbangga hati. Sebab satu lagi daftar film yang mengangkat keindahan bentangan alam Sai Bumi Ruwai Jurai ini sebagai lokasi shooting.
Mulai tayang di bioskop sejak Kamis (21/2) silam, film horor berjudul 11.11. Apa yang Kau Lihat? besutan sutradara Andi A. Mannopo ini nyaris 85% berlatar tempat di beberapa titik lokasi yang ada di Provinsi Lampung.
Film bergenre horor tampaknya memang masih menjadi favorit masyarakat Indonesia hingga 2019 ini, tengok saja daftar tayang film di bioskop terdekat, nyaris setiap pergantian jadwal selalu ada film horor lokal yang ditayangkan.
Cerita dimulai dari sekelompok pemuda pecinta diving terdiri dari Galih (diperankan Rendy Kjarnett), Ozan (diperankan Fauzan Smith) dan Martin (diperankan Bayu Anggara), serta seorang vlogger cantik Vania (diperankan Twindi Rarasati) yang hendak berlibur ke sebuah resort di pulau terpencil nan eksotis bernama Tanjung Biru.
Tujuan utama mereka tak lain adalah mencari spot diving yang menyajikan pemandangan bawah laut yang tidak biasa. Awalnya liburan itu menyenangkan tanpa hambatan, namum petaka datang ketika mereka melanggar pantangan untuk tidak mendekati daerah Karang Hiu.
Apalagi saat menyelam di area terlarang itu, secara sengaja Martin mengambil sesuatu yang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Sejak saat itu kejadian janggal dan di luar nalar satu-persatu mulai menghampiri mereka.
Menyuguhkan cerita berbeda, dengan mengeksplorasi misteri bawah laut beserta segala keunikan dan keindahannya merupakan nuansa tersendiri yang sangat direkomendasikan bagi kalangan pecinta film horor yang bosan dengan sajian cerita itu-itu saja.
Sejak prolog, film ini sudah menarik untuk diikuti baik dari sisi jalan cerita maupun teknik pengambilan gambar yang sukses mengeksplorasi setiap sudut Pantai Gigi Hiu. Bahkan musik tradisional Lampung berupa petikan gitar gambus turut menjadi latar belakang suara.
Sayangnya pengenalan tokoh yang pada awal cerita yang dibangun dalam tempo lambat, terkesan agak membosankan. Hingga konflik mulai muncul, porsi cerita justru kian terasa kurang proposional karena tempo cerita berjalan menjadi amat cepat.
Film berdurasi 78 menit ini, terasa kurang lama dinikmati terlebih klimaks yang dihadirkan sedikit menggantung. Misteri tentang benda yang diambil dari bawah laut Karang Hiu masih belum terjelaskan.
Benda apa, seberapa berharga hingga banyak orang dari generasi ke generasi rela bertaruh nyawa dengan siluman penunggunya. Dan jika memang pulau itu dikeramatkan, mengapa malah dibangun resort mewah berfasilitas lengkap?
Kendati demikian, Lampung Geh tetap merekomendasikan film ini sebagai hiburan di waktu luang akhir pekanmu, karena di sisi visual film yang sangat memanjakan mata penontonnya, terdapat kearifan lokal dan sudut pandang berbeda untuk film horor lokal yang sayang untuk dilewatkan.
Lokasi-lokasi wisata unggulan di Lampung, yang mungkin belum pernah kamu kunjungi dikemas sangat elok di dalamnya. Mulai dari birunya laut, lembutnya pasir putih, cantiknya pantai berbatu, hingga terumbu karang bawah laut, yang semuanya akan menimbulkan satu suara, 'Lampung Banget'.
Lampung Geh mencatat beberapa lokasi ikonik yang ter-cover dalam frame film 11.11 antara lain: Pantai Gigi Hiu, merupakan pantai dengan gugusan bebatuan dan tebing karang yang menjulang tinggi hingga menyerupai gigi ikan hiu, berlokasi di Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus.
Ada pula Pulau Pahawang Kecil dengan resort eksotis ala Maldives dan gusung pasir berlatar belakang bukit hijau menawan yang lokasinya di Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran.
Tidak cukup sampai di situ, beberapa scene bahkan mengambil lokasi di sebuah gerai kopi yang cukup terkenal di Kota Bandar Lampung. Gerai kopi manakah itu? Bagaimana kelanjutan kisah Galih dan kawan-kawan yang ditetor oleh siluman laut penjaga Karang Hiu?
Tonton kisah lengkapnya di bioskop terdekat. Di Lampung sendiri, film ini tayang di beberapa bioskop antara lain, XXI Mall Boemi Kedaton dan CGV Transmart Lampung. (*)
Laporan reporter lampunggeh Latifah Desti Lustikasari
Editor : M Adita Putra
