Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tak Dianggarkan, Warga Perbaiki Sendiri Jalan Provinsi di Way Kanan, Lampung

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Kabupaten Way Kanan memperbaiki sendiri jalan provinsi yang rusak. Foto: Ist
zoom-in-whitePerbesar
Warga Kabupaten Way Kanan memperbaiki sendiri jalan provinsi yang rusak. Foto: Ist

Lampung Geh, Way Kanan - Meski telah dibantu pemerintah pusat, ternyata masih ada Jalan Provinsi yang tak tersentuh dana perbaikan dari Pemerintah Provinsi maupun pusat.

Sehingga, salah satu perkumpulan warga di Kampung Mesir Ilir, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Lampung, inisiatif memperbaiki secara mandiri jalan penghubung kedua provinsi itu.

Jalan di kampung Mesir Ilir ini merupakan akses menuju Jalan Panca Tunggal, Kampung Panca Tunggal, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Diketahui, masyarakat Mesir Ilir dan sekitarnya kerap melakukan kegiatan di Belitang Jaya untuk melakukan kegiatan perekonomian.

Komunitas yang menaungi perbaikan jalan tersebut, yakni Gema Pijar (Gerakan Masyarakat Peduli Jalan Raya), terbentuk pada 1 Oktober 2022 dan telah berbadan hukum pada 2 Februari 2023.

Wahyudi, yang termasuk dalam komunitas Gema Pijar mengatakan, tujuan komunitas ini membantu memelihara Jalan jembatan gorong-gorong yang masih bisa dijangkau.

"Kita juga membangun kesadaran masyarakat, karena kita bukan hanya memakai tetapi juga bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat jalan yang ada," kata Wahyudi saat dihubungi Lampung Geh, Selasa (16/5).

Salah satu program perbaikan jalan yang dilakukan adalah jalan yang berada di Kampung Mesir Ilir, yang menyambung dengan Jalan Kampung Sapto Renggo hingga ke Sumatera Selatan.

"Kalau ini jalan provinsi penghubung antara Kecamatan Pakuan Ratu dan Bahuga, lanjut sebagai penghubung Kabupatennya Way Kanan, Provinsi Lampung ke Provinsi Sumatera Selatan," terangnya.

Warga Kabupaten Way Kanan memperbaiki sendiri jalan provinsi yang rusak. Foto: Ist

Kondisi jalan yang cukup dalam, sehingga saat hujan bak kolam ini memakan waktu hampir satu bulan lebih malah untuk perbaikan.

"Kendalanya ada beberapa titik yang harus ditimbun dan diratakan dan titik (lubang kerusakan) terbesar itu belum bisa kita cukupi," katanya.

"Kemarin juga ada warga yang lewat situ ingin ke Bandar Lampung atau Kotabumi harus dibantu oleh warga untuk melewati jalan itu," sambung Wahyudi.

Disinggung soal perbaikan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, Wahyudi mengatakan, jalan tersebut bukan termasuk perioritas perbaikan yang telah dianggarkan.

"Diaspal sudah tapi di tahun 2018 dan belum ada perbaikan karena mungkin belum masuk (anggarannya)," paparnya.

Padahal, menurut Wahyudi, jalan yang parah tidak masuk dalam perbaikan tersebut. Perbaikan hanya 1,5 Km yang berhenti di jalan Kampung Bumi Harjo, Kecamatan Buay Bahuga.

"Jadi di bagian Mesir ini, sekitar 1 km (wilayah Kampung Mesir Ilir) yang kita perbaiki mandiri. Karena, perbaikan di jalan provinsi Pakuan Ratu-Mesir Ilir, Bahuga, tetapi tidak sampai Mesir hanya sampai ujung Kampung Karang Agung (Kampung Karang Agung berbatasan Mesir)," jelasnya.

Hingga saat ini, Gema Pijar masih berjalan untuk memperbaiki jalan di Kampung Mesir Ilir dan terus melakukan pemeliharaan. Baik pemeliharaan jalan, jembatan hingga irigasi jalan provinsi tersebut.