Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Tanggapan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Soal WNI yang Positif Corona
3 Maret 2020 18:03 WIB

ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Bandar Lampung - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana turut angkat bicara soal Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terkena virus Corona (Covid-19), Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menjelaskan sejak awal menyebarnya virus Corona, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan beberapa langkah pencegahan yaitu, melakukan screening di pintu masuk ke Provinsi Lampung. Langkah pencegahan itu dilakukan di bandara, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Teluk Semaka dan Pelabuhan Maringgai.
“Untuk di bandara kita menyediakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu warga yang datang dari luar negeri yang akan masuk ke Lampung. Untuk pendatang dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta akan diberikan kartu kuning, dan ketika tiba akan langsung dilakukan pendataan. Apabila melebihi 38 derajat maka orang tersebut akan terus dipantau selama 14 hari baik itu temperatur, demam, batuk pilek, dan sesak nafas,” jelas Reihana.
Reihana mengatakan pihaknya telah memantau sedikitnya sebanyak 1.431 orang dan mereka sudah bebas karena tidak menunjukkan gejala Covid-19.
ADVERTISEMENT
“Petugas juga sedang memantau 1.531 orang, dan alhamdulillah sampai sekarang belum menunjukkan adanya ciri-ciri Covid-19 seperti kenaikan temperatur dan lainnya," kata Reihana.
Di samping itu, Reihana menglarifikasi adanya informasi terkait TKW dari Hongkong yang berada di Tulang Bawang Barat terkena virus Corona. "Itu tidak benar. Ia datang di bulan Januari. Kalau memang terinfeksi, tidak mungkin sampai sekarang masih hidup. Dan sekarang dia dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Reihana meminta media massa dan juga pers ikut menyejukkan suasana agar masyarakat tidak panik “Saya mohon kepada media pers untuk bersama agar masyarakat tidak panik. Dan kalaupun mendapatkan berita terkait hal ini, tolong dikonfirmasi ulang,” tambah Reihana.
Reihana juga menjelaskan ada 3 rumah sakit di Lampung yang siap menghadapi virus Corona yaitu Abdul Moeloek, RSUD Kalianda, dan RSUD Ahmad Yani Metro
ADVERTISEMENT
“Semua rumah sakit harus ada ruang isolasi, dan yang paling siap yaitu RSUD Abdul Moeloek. Hal ini dibuktikan dengan telah berhasil merawat satu orang terinfeksi virus flu burung dengan kematian lebih tingi dari virus Corona, dimana pasien tersebut bisa survive dan selamat," katanya.
RSUD Abdul Moeloek, lanjut Reihana, mendapatkan penghargaan dari WHO karena membangun ruang isolasi dengan 6 ruang tidur hampa udara. "Di sisi lain KKP juga sudah siap dengan tabung hampa udara, dan orang yang ada di pelabuhan apa bila memiliki indikasi maka dapat dibawa dengan menggunakan tabung hampa udara,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirut RSUD Abdul Moeloek yakni Heri Djoko Subandriyo menjelaskan bahwa ruang isolasi yang ada di RSUD Abdul Moeloek merupakan ruang isolasi yang waktu itu digunakan untuk flu burung.
ADVERTISEMENT
“Siapa saja yang masuk di RSUDAM tentunya ada SOP urutannya mulai dari UGD hinga ruang isolasi,” jelas Heri.
Ia menjelaskan bahwa yang dirawat di ruang isolasi belum tentu terkena virus Corona. Seorang dapat dikatakan terkena virus Corona apabila sudah keluar hasil dari laboratorium dan menyatakan positif virus Corona.
“Dalam rangka kesiapsiagaan, apabila ada riwayat kontak dan gejala, maka dimasukkan isolasi untuk memiminalisir resiko. Dan kita sangat siap siaga terkait hal tersebut,” ungkapnya.
Heri juga menuturkan bahwa ada 3 (tiga) proses orang untuk menjadi sakit, yaitu jumlah kuman yang masuk ke dalam tubuh, keganasan virus tersebut, dan ketahanan tubuh kita.
“Yang pertama untuk mengantisipasi virus corona, yaitu bukan bagaimana mendapatkan masker tetapi mengurangi kontak dengan lingkungan yang beresiko terkena penyakit, menjaga ketahanan tubuh dengan makan, istirahat yang cukup dan berolahraga,” ujar Heri. (*)
ADVERTISEMENT