Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tengok Kebutuhan Daging Jelang Lebaran, Stok Sapi di Feedloter Lampung Aman

Lampung Gehverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapi yang ada di salah satu feedloter di Lampung, yakni PT KASA milik Didiek Purwanto, Sabtu (1/5) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Sapi yang ada di salah satu feedloter di Lampung, yakni PT KASA milik Didiek Purwanto, Sabtu (1/5) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Lebaran Idul Fitri di tengah pandemi, pengusaha penggemukan sapi (feedloter) di Lampung menyebut masih mampu memenuhi kebutuhan daging sapi di luar Lampung hingga 80 persen, Sabtu (1/5).

Didiek Purwanto, salah pemilik feedloter di Lampung tengah mengakui bahwa pada momen Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, terjadi penurunan terhadap permintaan daging sapi. Hal ini menurutnya dikarenakan daya beli masyarakat cenderung berkurang, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Didiek yang juga Direktur Utama PT Karunia Alam Sentosa Abadi (KASA) menerangkan, sebanyak 32 persen kebutuhan daging di Indonesia bersumber dari impor, yakni impor daging beku dan sapi hidup yang selama ini dikembangkan oleh feedloter. Sedangkan 68 persen berasal dari sapi lokal.

Para pekerja tengah memberi makan sapi yang ada di salah satu feedloter di Lampung, di PT KASA Lampung Tengah, Sabtu (1/5) | Foto : Sidik Aryono /Lampung Geh

Di Indonesia sendiri, terdapat 39 feedloter yang tergabung dalam Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) yang tersebar di Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Medan. Sedangkan untuk di Lampung terdapat 12 feedloter, dan saat ini terdapat 9 feedloter yang masih beroperasi.

Didiek Purwanto selaku Direktur Utama PT Karunia Alam Sentosa Abadi (KASA), sebagai salah satu feedloter yang ada di Lampung, Sabtu (1/5) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh

"45 persen populasi sapinya ada di feedloter yang ada di Lampung. Tapi karena ada yang tidak aktif jadi sekarang tinggal sekitar 40 persen saja," ujar Didiek.

Didiek melanjutkan, kapasitas feedloter yang ada di Lampung mencapai 100.000 hingga 120.000 ekor, jika dioperasionalkan semua. Namun, dengan kondisi saat ini, di Lampung hanya terdapat 40 persennya saja, atau sekitar 40.000 ekor siap potong. Sedangkan di feedloter miliknya, saat ini terdapat 10.000 ekor sapi yang ada di kandang, yakni jenis sapi Brahman asal Australia.

Sapi yang ada di salah satu feedloter di Lampung, yakni PT KASA milik Didiek Purwanto, Sabtu (1/5) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Dengan kapasitas yang ada sekarang, Didiek menyebutkan, feedloter di Lampung mampu menyuplai kebutuhan daging di luar Lampung hingga 80 persen. Hal ini dikarenakan permintaan di Lampung tidak terlalu banyak, karena sudah dipenuhi oleh sapi lokal.

"Kalau kebutuhan Lampung saya kira tidak banyak, hanya sekitar 20 persen dari feedloter, tapi yang pasti kita penuhi dulu di Lampung, baru kita suplai ke luar daerah," jelasnya.

Sapi-sapi yang ada di feedloter miliknya, adalah hasil pengembangan bakal sapi yang datang pada bulan Januari. Dengan durasi 120 hari masa penggemukan, artinya di bulan April dan Mei, sapi-sapi tersebut sudah siap panen, dan menunjang kebutuhan daging jelang lebaran.

Sementara dikutip dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung ketersediaan sapi di bulan Mei untuk konsumsi Idul Fitri sebanyak 16.926 ekor atau setara dengan 3.155 ton daging sapi. (*)