Terungkap, Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Way Kanan, Lampung
ยทwaktu baca 4 menit

Lampung Geh, Way Kanan - Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachasena menjelaskan kronologi pembunuhan satu keluarga di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Pembunuhan tak dilakukan sekaligus, tapi ada dua kejadian untuk pembunuhan di TKP sama. Namun, pembuangan jasad korban dua kejadian tersebut berbeda.
Oktober 2021
Kematian Wawan
"Waktu ini kejadian ini tersangkanya hanya satu yaitu tersangka Erwin, di sini ada 52 adegan dengan 4 korban," kata Teddy saat ditemui usai rekonstruksi di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Jumat (7/10).
Kejadian ini berawal dari cocok antara Erwin dengan Wawan. Sekitar pukul 01.00 WIB, keributan keduanya terjadi di TKP atau rumah Zainudin.
Saat itu, di rumah tersebut pun ada Zainudin dan Siti Romlah, serta anak Wawan (Zahra). Namun, ketiga anggota keluarga ini masih tertidur.
"Cekcok warisan dan utang piutang, kemudian Tersangka Erwin pergi ke dapur untuk mengambil kapak," kata Teddy.
Kapak tersebut digunakan untuk membunuh Wawan. "Kapak bukan sisi tajam tapi sisi yang bonggol untuk memukul Wawan," imbuhnya.
Kematian Zainudin
Kejadian itu membuat Zainuddin dan Siti Romlah terbangun. Melihat kedua Ayah dan Ibu tirinya bangun, Erwin malah turut menghabisi Zainudin.
"Setelah menghabisi saudara Wawan, ia langsung memukul Zainudin menggunakan kapak itu juga sebanyak dua kali," kata Teddy.
Hingga akhirnya, Zainudin turut tak sadarkan diri hingga akhirnya tewas di tangan anak kandungnya.
Kematian Siti Romlah
Pada saat itu pun, Romlah yang mengetahui aksi pembunuhan Erwin terhadap Zainudin membuatnya ketakutan dan berlari menuju dapur.
"Romlah ini berlari ke dapur dan dikejar. Tersangka langsung memukul sebanyak tiga kali hingga akhirnya Romlah juga tewas," jelas Teddy.
Kematian Zahra
Lampu yang dimatikan tersangka Erwin pun, membuat Zahra terkejut dan dan menangis. Mendengar tangisan itu, Erwin malah turut membunuh Zahra yang masih berusia 6 tahun.
"Tersangka langsung masuk ke kamar Zahra dan membekap dari belakang sambil mencekik sampai sekitar 5 menit untuk memastikan Zara tidak bernafas lagi," kata Teddy.
Tersangka Kuburkan 4 Korban di Septic Tank
Kapolres mengungkapkan, Erwin tak langsung mengubur tapi ia sempat merokok sebelum menguburkan korban.
"Tersangka ini merokok dua batang di pintu belakang setelah itu tersangka mengecek septic tank di belakang dan septic tank itu belum dicor masih bisa di angkat tutup atasnya," kata Teddy.
Untuk urutan pembuangan, korban pertama yang dibuang adalah Wawan dimasukkan ke septic tank. Kemudian Siti Romlah, Zainudin, dan terakhir Zahra.
"Keesokan harinya, sekitar jam 15.00 WIB, besok harinya tersangka ngecor untuk menutupi barang bukti supaya tidak tercium jenazah dari septic tank jadi ditutup permanen pakai semen," jelasnya.
April 2022
Kematian Juanda
Teddy menjelaskan, kedua korban atas nama Juanda adik tiri atau anak dari Siti Romlah dengan Zainuddin pada bulan April 2022.
"Pembunuhan Juwanda ini bermula dari rencana terlebih dahulu antara tersangka Erwin dan D di rumah salah satu warga Kampung Marga Jaya," terangnya.
Erwin mengatakan kepada Wahyu untuk bersama membunuh pamannya Wahyu atau Juwanda. Pembunuhan itu akhirnya dilakukan pada pukul 02.00 WIB.
"Saat Juwanda ini sudah tidur tersangka langsung mengambil linggis dari dapur dan dipukulkan ke Juanda," lanjut Teddy.
Erwin memukul dua kali di leher terhadap Juwanda. Belum puas, Erwin mengambil tali dan dililitkan di seluruh badan korban.
"Saat memindahkan dan mengikat Juwanda, di sini peran DW membantu sang ayah," kata Teddy.
Selain itu, Erwin turut mengecek septic tank ternyata tidak bisa dibuka karena sudah tertutup permanen.
"Rencananya akan memasukkan Juanda ke septic tank tersebut, akhirnya karena tidak bisa dimasukkan ke dalamnya, (jenazah) Juwanda diinapkan di dalam salah satu kamar," jelas Teddy.
Bahkan, Erwin dan anaknya menginap di tempat tersebut. Esok harinya, keduanya memindahkan esok hari pada pukul 17.30 WIB.
"Sekaligus menguburkan kebun singkong milik tersangka menggunakan mobil L300 Erwin naik mobil sedangkan anaknya naik motor mengiringi di belakang," lanjut Kapolres.
Hingga akhirnya, Juwanda dinyatakan hilang dan pada Oktober 2022 ditemukan sudah tinggal tulang. Kemudian, terungkap bahwa pembunuhan sebelum Juwanda pun telah dilakukan pada Oktober 2021, yakni membunuh empat anggota keluarga lainnya. (*)
