News
·
23 November 2020 15:18

Unila Terapkan WFH 75 Persen, Pelayanan Akademik Tetap Berjalan

Konten ini diproduksi oleh Lampung Geh
Unila Terapkan WFH 75 Persen, Pelayanan Akademik Tetap Berjalan (18188)
Gedung Rektorat Universitas Lampung | Foto: Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Rektor Unila terpapar COVID-19, kebijakan demi mencegah penularan dilakukan seperti penerapan Work From Home bagi 75 persen civitas akademika, Senin (23/11).
ADVERTISEMENT
Pasca Rektor Prof Karomani terpapar COVID-19, segenap pimpinan di lingkungan Unila menggelar rapat terkait kebijakan dan kondisi Unila saat ini. Juru bicara Rektor Unila, Nanang Trenggono mengatakan bahwa kondisi Unila saat ini kategori ringan menuju sedang.
"Berdasarkan kondisi ini, dan peraturan Kemenpan RB, maka kebijakan yang diterapkan adalah harus 25 persen bekerja dan 75 persen off atau work from home," ujar Nanang saat gelar konferensi pers di ruang sidang gedung rektorat Unila.
Dengan kebijakan tersebut, jelas Nanang, ditujukan untuk mengurangi kehadiran civitas akademika di lingkungan kampus.
"Mulai sekarang, seluruh civitas akademika Unila mengurangi kehadiran di kampus, dan berada di rumah. Namun, bukan berarti bebas kemana-mana, terlebih ke tempat-tempat umum. Disarankan untuk tetap bwrada di rumah, WFH dan persiapan kuliah secara daring," jelasnya.
Unila Terapkan WFH 75 Persen, Pelayanan Akademik Tetap Berjalan (18189)
Juru bicara Rektor Unila Nanang Trenggono saat konferensi pers di ruang sidang senat gedung rektorat Unila, Senin (23/11) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh
Kebijakan 25 persen work from office (WFO) dan 75 persen work from home (WFH) di Unila ini akan diterbitkan secara resmi melalui surat edaran Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan.
ADVERTISEMENT
Namun pada prinsipnya, lanjut Nanang, hal-hal yang bersifat urgent, seperti pelayanan akademik tetap berjalan di tengah kebijakan WFH di Unila. "Prinsipnya, kebijakan ini tidak menghentikan pelayanan yang penting dan urgent, baik bagi mahasiswa dan dosen di Unila. Pelayanan tetap berjalan seperti biasa secara offline," jelasnya.
Demikian juga pelayanan baik sifatnya akademik ataupun kerjasama, baik bagi mahasiswa ataupun berbagai pihak tetap berjalan. "Urusan kemahasiswaan, dosen, masih berjalan seperti biasa dan tetap kita layani. Begitu juga hal-hal yang berkaitan kerjasama dengan Unila," tambahnya.
Hingga saat ini, pihak Unila telah melakukan rapid test massal terhadap keluarga civitas akademika. Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Unila Asep Sukohar mengatakan, dari sekitar 600 rapid test, hanya didapati 4 orang reaktif, dan dilakukan isolasi mandiri. (*)
ADVERTISEMENT