Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah Festival Seni Bahasa Lampung Resmi Dibuka
ยทwaktu baca 2 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung - Festival Seni Bahasa Lampung resmi dibuka hari ini di Ruang Pameran Taman Budaya Lampung, pada Senin (22/7).
Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Kebudayaan (Kober) ini bertujuan untuk merevitalisasi bahasa Lampung melalui berbagai bentuk seni.
Ketua Pelaksana, Alexander GB, menekankan festival ini adalah rangkaian peristiwa yang dirancang untuk menghidupkan kembali bahasa Lampung.
"Festival ini mencakup teater, sastra, dan musik klasik berbahasa Lampung. Metode ini kami anggap komprehensif karena tidak hanya menyasar kognisi tetapi juga emosi, sehingga bahasa Lampung dapat benar-benar hidup," ujar Alexander.
"Selama satu minggu, mulai dari 22 hingga 28 Juli 2024, masyarakat Lampung akan disuguhi berbagai kegiatan seni yang bertujuan untuk menggelorakan bahasa Lampung," tambahnya.
Salah satu sorotan festival adalah pameran puisi berbahasa Lampung yang menampilkan 120 puisi: 60 dalam bahasa Indonesia dan 60 dalam bahasa Lampung.
Pameran ini merupakan upaya untuk memperlambat kepunahan bahasa daerah dengan menerjemahkan puisi karya Penyair Nasional ke dalam bahasa Lampung.
Sementara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Lampung, Heni Astuti, menyambut baik penyelenggaraan festival ini.
"Festival ini penting untuk mempertahankan esensi dan kekayaan budaya Lampung serta memastikan bahasa Lampung tetap hidup di kalangan generasi Z dan seterusnya," ujar Heni.
Heni menyampaikan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk melindungi dan melestarikan bahasa serta aksara Lampung melalui peraturan daerah dan gubernur, serta melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kelestarian bahasa dan aksara Lampung sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
"Festival seperti ini yang meliputi, pameran puisi berbahasa Lampung, seminar Cawa Lampung, festival teater, dan pentas musik klasik, diharapkan dapat memperkenalkan dan mengapresiasi bahasa dan aksara Lampung dari berbagai sudut pandang," ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong minat dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia, khususnya bahasa dan aksara Lampung.
"Dengan cara ini kami berharap dapat mendorong minat dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa Indonesia terutama bahasa dan aksara Lampung," tambahnya
Terakhir, ia mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berperan dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
"Mari kita semua bersatu dalam semangat untuk melestarikan dan mengembangkan aksara dan bahasa Lampung sehingga warisan budaya ini akan terus hidup dan menginspirasi generasi-generasi kita mendatang," pungkasnya. (Cha/Put)
