Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Lampung Diimbau Pakai Topi Terbalik Cegah Serangan Harimau, Ini Alasannya

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi harimau. | Foto: dptro/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harimau. | Foto: dptro/Shutterstock

Lampung Geh, Lampung Barat - Pasca dua warga di Kabupaten Lampung Barat meninggal dunia karena diterkam harimau Sumatera, pemerintah setempat mengeluarkan imbauan kepada warga agar peristiwa tersebut tak terulang kembali.

Salah satu poin imbauannya yakni masyarakat disarankan untuk menggunakan topi terbalik (topi menghadap ke belakang).

"Jika bertemu dengan harimau jangan membelakangi dan jika memungkinkan menggunakan topi terbalik (topi menghadap ke belakang)," demikian bunyi keterangan dalam surat imbauan yang beredar.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Humas Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Decis Maroba membenarkan adanya surat imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan topi terbalik.

"Terkait dengan mengenakan topi terbalik itu memang salah satu upaya pencegahan diserang harimau Sumatera," kata Humas Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Decis Maroba saat dihubungi Lampung Geh, Selasa (27/2).

Dia menjelaskan, alasan masyarakat disarankan untuk menggunakan topi terbalik guna mencegah serangan harimau.

Surat imbauan bersama kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya serangan harimau. | Foto : Ist

Menurutnya, secara insting alami harimau Sumatera menerkam mangsanya dari belakang (bagian tengkuk leher).

"Dengan pakai topi terbalik, harimau Sumatera menyangka kita sedang berhadapan dengan si harimau, jadinya dia membatalkan untuk menerkam dari belakang," jelasnya.

Decis juga mengungkapkan, sebenarnya upaya yang lebih tepat untuk pencegahan dari serangan harimau yakni memakai topeng wajah yang dipakai terbalik (topeng dipasang di bagian belakang kepala).

"Jadinya harimau waktu posisi di belakang kita harimau menyangka dia sedang berhadap-hadapan dengan kita. Tapi karena masyarakat kebanyakan hanya ada topi, ya mungkin itu bisa jadi pengganti topeng wajah yang dipasang terbalik," ungkapnya.

Di sisi lain, selain imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan topi terbalik, pemerintah setempat juga mengeluarkan imbauan lainnya.

Berikut imbauan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya serangan dari harimau Sumatera :

1. Hindari aktivitas sendiri di kebun dan jika terpaksa diusahakan untuk berkelompok minimal 3 orang.

2. Hindari keluar dan beraktivitas pada jam-jam agresivitas harimau yaitu pukul 15.00 WIB (sore) sampai pukul 10.00 WIB (pagi).

3. Jika bertemu dengan harimau jangan membelakangi dan jika memungkinkan menggunakan topi terbalik (topi menghadap ke belakang).

4. Populasi keberadaan harimau di TNBBS masih ada dan memang populasi asli, bukan hasil pelepasan liar baru.

5. Pada Kamis 21 Februari 2024, tim TNBBS telah memasang perangkap untuk menangkap harimau liar yang meresahkan sampai dengan harimau tersebut tertangkap dan akan dilanjutkan dengan langkah-langkah selanjutnya.

6. Apabila terjadi konflik manusia dengan harimau, maka masyarakat wajib membela diri.

7. Diimbau kepada masyarakat untuk tidak pergi ke kebun yang terdampak konflik harimau (Wilayah TNBBS) selama proses penangkapan harimau dimulai tanggal 22 Februari 2024 sampai dengan 7 Maret 2024. (Lih/Put)