Nostalgia Gelar Juara Piala Aff 2013 Timnas U19

Lana Qurrotul Aini, Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan
Tulisan dari Lana Qurrotul Aini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada malam partai final saat itu, saya dan keluarga menyaksikan pertandingan skuad Garuda Muda melawan Vietnam tersebut dengan rasa harap-harap cemas. Sebagai salah satu orang yang mengikuti kejuaran Piala AFF 2013 sejak babak penyisihan, saya merasa yakin bahwa Evan Dimas dkk mampu untuk memenangkan partai final tersebut, namun di sisi lain saya juga merasa cemas apabila sesuatu yang saya harapkan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Sudah 7 tahun yang lalu, saat Evan Dimas dan kawan-kawannya mampu menyabet gelar Juara Piala AFF 2013 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Pada saat itu, Timnas Indonesia U19 terpaksa harus melakukan adu pinalti dengan Vietnam. Meskipun, sang kapten timnas Indonesia yaitu Evan Dimas gagal melakukan pinalti, namun beruntung Ilham Udin Armaiyn mampu melesatkan bola ke gawang Vietnam, serta Ravi Murdianto sebagai kiper utama Timnas U19 mampu menggagalkan tendangan pinalti dari pemain Vietnam. Adu pinalti tersebut berakhir dengan skor 7-6 dengan Indonesia sebagai juaranya.
Malam final tersebut benar-benar menjadi malam yang panjang bagi skuad Garuda Muda, sebab setelah bermain dengan 2x45 menit ditambah 2x15 menit skor tetap bertahan 0-0. Saya sebagai penonton pun pada saat itu telah mulai merasa putus asa dengan anak-anak didikan coach Indra Sjafri karena permainan mereka tidak juga membuahkan gol. Namun, Ravi Murdianto dan kawan-kawan mampu memutus rasa putus asa suporter dengan berhasil memenangkan adu pinalti.
Saya sebagai penonton, pada saat itu juga turut merasa lelah. Duduk berjam-jam di depan tv dan tak bisa melakukan apa-apa untuk membantu mereka kecuali berdoa dan terus memberikan dukungan untuk kemenangan mereka. Ketika itu, jantung penonton benar-benar seperti sedang dipermainkan oleh partai final tersebut. Karena, setiap kali pemain Timnas Indonesia U-19 sudah berhasil membawa bola ke dekat gawang Vietnam, bola tersebut tidak dapat melesat ke gawang. Apalagi ketika bola dari Timnas Vietnam mendekati gawang Ravi Murdianto, benar-benar sangat menegangkan.
Menurut saya, sang pelatih timnas Indonesia U-19 benar-benar dapat dikatakan memiliki tangan ajaib, sebab berkat olahan tangannya, Indonesia dapat memiliki skuad Garuda Muda kebanggaan rakyat Indonesia. Salah satu artikel Gregah Nurikhsani di Liputan6.com yang berjudul Mengenang sukses Timnas Indonesia U-19 Juara Piala Aff 2013, menuliskan bahwa skuad Garuda Muda juga sempat mendapat julukan sebagai class of 2013, karena di tahun tersebut Timnas Indonesia U-19 mampu menjadi tim yang sangat solid pada setiap lininya.
Kemenangan Timnas Indonesia U-19 tersebut benar-benar menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia pada saat itu, seperti segelas air minum di tengah panasnya padang pasir. Sebab, pada pertandingan timnas Indonesia yang lainnya, Indonesia seringkali mengalami kekalahan. Hal itu tentu membuat suporter merasa kecewa dan malas untuk mendukung timnas dari negaranya sendiri.
Tak lupa, di malam kemenangan Timnas Indonesia U-19 tersebut banyak sekali air mata haru tumpah sebagai bentuk rasa gembira, sebab tim kebanggaan kita mampu memenangkan pertandingan tersebut meskipun dengan susah payah. Selebrasi sujud syukur oleh pemain terus dilakukan, membuat saya sebagai penonton merasa ikut terharu dan bangga terhadap apa yang mereka raih. Doa-doa syukur serta nyanyian kebanggaanpun terus disuarakan oleh suporter di stadion pada malam itu. Kembang api sebagai wujud kegembiraan juga tak lupa untuk terus dinyalakan.
Pada malam itu juga, setelah Timnas Indonesia mampu memenangkan partai final tersebut, saya pun melihat coach Indra Sjafri selaku pelatih utama Timnas Indonesia U-19 serta beberapa pelatih lain berlarian memeluk anak didik mereka sambil menangis terharu sebab anak-anak didiknya yang menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia mampu memberikan hasil terbaik. Jajaran pelatih Timnas Indonesia U-19 tersebut benar-benar memberikan apresiasi yang tinggi untuk anak-anak besutannya.
Stadion Gelora Delta Sidoarjo telah menjadi saksi bisu pertandingan hebat dengan hasil yang juga luar biasa. Saya sebagai penggemar skuad Garuda Muda angkatan Evan Dimas dkk tersebut merasa rindu dan berharap momen tersebut dapat terulang kembali melalui skuad Garuda Muda generasi berikutnya. Terima kasih, Evan Dimas dkk. Terima Kasih Coach Indra Sjafri dan jajaran pelatih lainnya, kami benar-benar merasa bangga.
