Konten Media Partner

53 Butir Telur Buaya Ditemukan di Perkebunan Kelapa Sawit di Agam

langkanverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi telur buaya menetas. Foto: twitter @arbainrambey
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi telur buaya menetas. Foto: twitter @arbainrambey

Perkebunan kelapa sawit yang ada di Jorong Ujuang Labuang Timur, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendadak jadi horor.

Pasalnya, seekor buaya muara atau nama latin crocodylus porosus ditemukan bertelur di kawasan kebun kelapa sawit tersebut.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Resort Agam Ade Putra mengatakan buaya tersebut diketahui membuat sarang dan bertelur ketika warga sedang melakukan pengolahan lahan dengan mempergunakan alat berat.

“Dari pemantauan BKSDA, ada 53 butir buaya di perkebunan kelapa sawit itu. 7 diantaranya sudah pecah dan rusak,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Senin 25 Januari 2021.

Dia menyebutkan saat ini BKSDA sudah memasang spanduk pemberitahuan dan peringatan di lokasi yang berjarak 400 meter dari pemukiman warga tersebut.

BKSDA menjelaskan berdasarkan perilaku dan kebiasaan, telur buaya tersebut akan menetas dalam 90 sampai dengan 110 hari. Selama masa itu, sang induk akan selalu berada dan berjaga di sekitar sarangnya.

Selain itu, biawak dan kadal merupakan predator yang selalu mengintai keberadaan telur satwa buaya.

Sehingga hal ini membuat sang induk lebih waspada dan agresif terhadap keberadaan makhluk lain di sekitarnya.

"Hal ini merupakan keempat kalinya kita menemukan buaya bertelur di lokasi itu," sebutnya.

Dia memaparkan kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2018, 2019, 2020. BKSDA menyebut buaya cenderung mencari tempat yang aman dan nyaman  untuk kawin dan bertelur.