Konten Media Partner

Cegah Corona, Semua Objek Wisata di Mentawai Ditutup

langkanverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sorang remaja berselancar di Pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Foto: Zulfikar/Langkan.id)
zoom-in-whitePerbesar
Sorang remaja berselancar di Pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Foto: Zulfikar/Langkan.id)

Upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menutup seluruh destinasi wisata yang ada di daerah itu.

Penutupan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan nomor 443.2/59/BUP tentang Penutupan Sementara Objek Wisata dan Tempat Keramaian di Kepulauan Mentawai.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas penanganan virus corona (COVID-19) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Serieli BW menyebutkan, keputusan itu dikeluarkan setelah adanya rapat koordinasi dalam percepatan penanganan COVID-19 di Mentawai.

Air Terjun Kulukubuk di Madobag, salah satu objek wisata yang ada di Mentawai (Foto: Zulfikar/Langkan.id)

“Benar, sudah ada SE dari bupati tentang penutupan objek wisata, terutama tempat-tempat keramaian, termasuk Pantai Mapaddegat, Homestay, Pantai Jati, lokasi surfing dan tempat wisata lainnya,” ujar Serieli, Senin (23/3).

Penutupan objek wisata tersebut, katanya, dimulai tanggal 22 Maret 2020 hingga 5 April 2020. “Jadi, saat ini semua sudah kita tutup, ini untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, bupati, kata Serieli, juga meminta agar para pelaku usaha pariwisata tidak melayani wisatawan, jika masih ada yang berkunjung.

“Kita juga sudah melarang dan menutup seluruh akses bagi wisatawan untuk berkunjung ke Mentawai. Bagi wisatawan yang sudah berada di Mentawai, kita minta agar tidak bepergian kemana-mana untuk sementara waktu,” jelasnya.

Pantai Mapaddegat di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Foto: Zulfikar/Langkan.id)

Lalu, kepada masing-masing camat dan perangkat desa, menurut Serieli, juga sudah diingatkan agar memantau warganya untuk tidak berpergian dan berkunjung ke lokasi wisata.

Lebih lanjut, kepada tokoh agam, adat dan masyarakat, menurutnya juga sudah ada imbauan agar tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengundang keramaian.

“Jika ada pesta adat atau pernikahan, kita sudah minta untuk ditunda dulu sementara waktu, termasuk kegiatan keagamaan. Jika sudah direncanakan, harap segera dibatalkan,” katanya.