Konten Media Partner

Foto: Ribuan Hektare Sawah di Pesisir Selatan Sumbar Dibiarkan Mengering Menahun

langkanverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi sawah dan jaringan irigasi yang mengering di Desa Koto Panjang, Koto Nan Tigo Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: dok warga Sutera
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi sawah dan jaringan irigasi yang mengering di Desa Koto Panjang, Koto Nan Tigo Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: dok warga Sutera

Hamparan sawah di dua desa di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengering dan dibiarkan terlantar oleh petani setempat. Hal ini terjadi akibat rusaknya saluran jaringan.

Salah seorang warga melihat kondisi rusaknya saluran irigasi di Desa Koto Panjang, Koto Nan Tigo Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: dok warga Sutera
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang warga melihat kondisi rusaknya saluran irigasi di Desa Koto Panjang, Koto Nan Tigo Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: dok warga Sutera

Dari pantuan di lapangan, irigasi yang rusak itu berada di Koto Panjang, Nagari Koto Nan Tigo Selatan, Kecamatan Sutera. Ada satu jembatan penghubung irigasi yang ambles.

Salah seorang warga melihat kondisi rusaknya saluran irigasi di Desa Koto Baru, Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: dok warga Sutera

Padahal air yang mengalir dari daerah hulu terlihat lancar, hanya saja akibat rusaknya aliran irigasi itu, turut memutus aliran air hingga kedua desa merasa dampaknya, sehingga terdapat ribuan hektar sawah yang tidak bisa ditanami padi.

Salah seorang warga melihat kondisi rusaknya saluran irigasi di Desa Koto Panjabg, Koto Nan Tigo Selatan, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Foto: dok warga Sutera

Salah seorang warga di Koto Panjang, Lampai, mengatakan, rusaknya saluran irigasi itu sudah terjadi lebih dari satu tahun ini. Kondisi itu telah disampaikan ke Wali Nagari Koto Panjang, tapi tidak ada tanggapan yang jelas.

Warga setempat pun kecewa dengan pemerintah, karena sudah tidak sejalan dengan cita-cita Pemkab Pesisir Selatan untuk menjadikan daerah Pesisir Selatan lumbung pangan di Sumatera Barat.