News
·
28 April 2020 14:36

Gubernur Sumbar soal Penerapan PSBB: Pasar dan Tempat Ibadah Masih Ramai

Konten ini diproduksi oleh langkan
Gubernur Sumbar soal Penerapan PSBB: Pasar dan Tempat Ibadah Masih Ramai (326198)
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Soal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat hingga saat ini dinilai masih belum efektif, terutama di pasar dan tempat-tempat ibadah.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno berdasarkan hasil pemantauan ke lapangan sejak PSBB diterapkan.
"Pasar yang bukan pasar milik pemerintah, seperti pasar rakyat dan tempat ibadah itu masih ramai. Di masjid dan musala juga masih ada yang melaksanakan salat berjemaah, seperti salat Jumat dam tarawih," ujarnya di Padang, Selasa (28/4).
Salah satu penyebab ramainya pasar-pasar tradisional, jelas Irwan, karena memang menyediakan kebutuhan pokok, terlebih lagi di bulan Ramadhan, kebutuhan pokok tersedia, terutama sembako.
Dengan demikian, Irwan meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar lebih menegaskan soal physical distance, salah satunya dengan memperluas pasar.
Salah satu contoh, kata Irwan, seperti yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi di Pasar Bawah dan Pasar Banto. "Mereka memperluas area pasar, bahkan sampai ke jalan raya. Antara satu pedagang dengan pedagang lainnya berjarak 1,5 meter, sehingga tidak menyebabkan penumpukan pembeli ataupun pedagang," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Terkait masih ramainya pasar-pasar yang buka, Irwan memaklumi hal tersebut. "Iya, (pasar jual sembako) maklum kita, yang penting pemko dan pemkab atur jaraknya," ucapnya.
Kemudian di tempat ibadah, Pemprov Sumbar mengimbau masyarakat mematuhi fatwa MUI agar salat Jumat dan salat tarawih tidak dilakukan di masjid sementara waktu sampai virus corona teratasi.
Dikhawatirkan, kata Irwan, bila masjid masih ramai, mata rantai penularan COVID-19 di Sumbar masih terus berkembang.
“Selama PSBB, itu sudah berjalan cukup baik untuk perbatasan dan lalu lintas. Pasar dan tempat ibadah ini yang masih susah,” katanya.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!