Konten Media Partner

Ini Dia 5 Masjid di Sumbar yang Populer Diposting di Media Sosial

langkanverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Istana Baso Pagaruyuang.  Foto: Instagram @sumbar_rancak / @hndrarwl
zoom-in-whitePerbesar
Istana Baso Pagaruyuang. Foto: Instagram @sumbar_rancak / @hndrarwl

Provinsi Sumatera Barat tidak hanya dikenal dengan Seribu Rumah Gadang yang menjadi bukti bahwa adat Minangkabau begitu kuat di Sumatera Barat ini.

Masyarakatnya yang mayoritas muslim, juga membuat bangunan-bangunan masjid mudah ditemukan diberbagai sudut desa dan bahkan kawasan perkotaan sekalipun.

Dari segi arsitektur, kebanyakan masjid di Sumatera Barat, memiliki arsitektur yang begitu indah di pandang dan begitu nyaman saat beribadah di dalamnya.

Di era teknologi informasi ini, ternyata keindahan-keindahan masjid di Sumatera Barat itu menjadi perhatian para anak muda untuk diabadikannya melalui foto-foto yang begitu mekajubkan.

Dari akun instagram @sumbar_rancak ada 5 masjid di sejumlah daerah di Sumatera Barat yang paling populer dijadikan objek foto.

1. Masjid Al Hakim Padang

Masjid Al-Hakim Padang adalah sebuah masjid bergaya Taj Mahal di tepi Pantai Padang, Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada awal 2017. Biaya pembangunannya berasal dari seorang donatur, sementara lahannya disediakan oleh Pemerintah Kota Padang seiring penataan Pantai Padang yang dilakukan sejak 2014.

Al Hakim Padang. Foto: Instagram @sumbar_ramcak / @pailang_suntuak

Lahan masjid ini dulunya merupakan area permainan anak dan dipenuhi tenda-tenda pedagang kaki lima. Pada 2016, seorang donatur menyampaikan niatnya untuk membangun masjid di tepi pantai.[4] Berkat pendekatan yang dilakukan pemerintah setempat, pedagang bersedia direlokasi ke tempat baru sehingga pembangunan masjid dapat dikerjakan.

Sejak 4 September 2020, Masjid Al-Hakim Padang sudah dibuka terbatas untuk aktivitas ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

2. Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat adalah masjid terbesar di Ranah Minang yang terletak di Jalan Chatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Diawali peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007, pembangunannya tuntas pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp325–330 miliar, sebagian besar berasal dari APBD Sumatra Barat. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dari provinsi.

Maskod Raya Sumatera Barat. Foto: @sumbar_rancak / @rr_sujana

Konstruksi masjid terdiri dari tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai atas, memiliki teras yang melandai ke jalan. Denah masjid berbentuk persegi yang melancip di empat penjurunya, mengingatkan bentuk bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berbagi kehormatan memindahkan batu Hajar Aswad. Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau rumah gadang.

Menurut rencana awal, Masjid Raya Sumatra Barat akan dibangun dengan biaya sedikitnya Rp600 miliar karena rancangannya didesain dengan konstruksi tahan gempa. (wikipedia.org)

3. Masjid Baiturrahman Payo Basuang Payakumbuh

Masjid Baiturrahman Payo Basuang Payakumbuh ini pada tahun 2018 mengalami kerusakan yang sangat parah yang mengakibatkan bangunannya ambrik.

Masjid Baiturrahmah Payakumbuh. Foto: @sumbar_rancak / @gendagutama

Masjid ini sebelum diperbaiki kembali ternyata usianya telah mencaapi 80 tahun. Kini setelah perbaikan selesai dilakukan, pesona Masjid Baiturrahman Payo Basuang Payakumbuh jadi perhatian masyarakat Sumbar setelah sering dipositing di media sosia.

4. Masjid Tuo Kayu Jao

Masjid Tuo Kayu Jao adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Masjid Tuo di Solok. Foto insrafrm @amanda / @hendisyahputra

Masjid yang tercatat telah berdiri sejak tahun 1599 ini merupakan masjid tertua di Kabupaten Solok dan tertua kedua di Indonesia yang masih berdiri sampai saat ini.

Masjid Tuo Kayu Jao juga merupakan salah satu cagar budaya di Sumatra Barat yang diawasi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Masjid ini telah beberapa kali mengalami pemugaran, seperti pemugaran salah satu tiang dan penggantian atap ijuk yang lama dengan yang baru karena telah lapuk. Meskipun telah beberapa kali dipugar, keaslian masjid ini masih tetap dipertahankan.

Namun dalam pemugaran terakhir, warna cat masjid ini yang sebelumnya putih diganti menjadi coklat kehitaman.

Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat, bahkan telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Sumatra Barat terutama di Kabupaten Solok. (wikipedia.org)

5. Masjid Raya Bayur Tanjung Raya Agam

Masjid Raya Bayur terletak di Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada awal tahun 2000 masyarakat setempat berupaya merenovasi Masjid Raya Bayur secara menyeluruh.

Masjid Raya Bayur , Agam. Foto: instagram @sumbar_ranca / @shohibulazmirivai

Gasan-gagasan tersebut timbul dari Datuak Hakim Tantawi Pengusaha di Jakarta (Sumando orang Bayur) dan didukung oleh Bachtiar Chamsyah selaku Perantau Bayur di Jakarta yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Sosial pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Selain Bachtiar, para perantau yang berasal dari Nagari Bayur juga ikut mengirimkan bantuan. Sehingga, dalam jangka waktu yang tidak begitu lama renovasi masjid dapat diselesaikan.

Renovasi yang dilakukan meliputi perbaikan bangunan masjid dan penataan lingkungan masjid, seperti penataan ruang terbuka, area parkir, dan taman masjid. Untuk menyukseskan renovasi tersebut, masyarakat terpaksa membongkar dua buah banguan permanen, yaitu gedung balerong (kantor pemerintahan Nagari Bayur) dan gedung sekolah dasar, yang kemudian dipindahkan ke tempat lain.

Arsitektur masjid ini memadukan bentuk pagoda yang ada di Thailand dan bentuk atap gonjong yang ada pada rumah adat Minangkabau (Rumah Gadang).Perpaduan tersebut dapat dilihat pada menara kecil yang terletak pada empat sudut atap bangunan utama. Sementara struktur atap dirancang mengikuti pola bangunan rumah panggung dengan atap bersusun tiga (wikipedia.org).