Konten Media Partner

Jembatan Putus Akibat Banjir, 1.600 Warga di Pasaman Barat Terisolasi

langkanverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Putus Akibat Banjir, 1.600 Warga di Pasaman Barat Terisolasi
zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi jembatan putus (foto: Igoy El Fitra/Antara)

Langkan.id, Padang- Sekitar 1.600 orang atau 400 kepala keluarga di perkampungan Lubuk Gobing, Nagari Silaping, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terisolasi setelah jembatan gantung sepanjang 95 meter putus akibat dihantam banjir pada Jumat (12/10).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasaman Barat, Tri Wahluyo, mengatakan masyarakat membuat rakit dari drum atau tong besi dan papan sebagai alat transportasi. Siswa tingkat Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah Negeri, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri di sana pun menggunakan rakit untuk menyeberang.

"Setiap pukul 06.00 WIB, warga Lubuk Gobing telah siaga di Sungai Batang Batahan untuk menyeberangkan anak-anak sekolah. Semuanya sukarela, bagi para pelajar tidak membayar satu sen pun demi menggapai cita-cita anak mereka," kata Tri Wahluyo, Selasa (16/10).

Rakit tersebut difungsikan dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Selain untuk menyeberangi anak-anak sekolah, rakit itu juga digunakan warga membeli kebutuhan pokok sehari-hari yang ada di seberang sungai.

"Tujuan utama dari pembuatan rakit tersebut adalah untuk menghindari masyarakat dari terisolasi akibat bencana banjir," jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 Pasaman Barat yang dialokasikan untuk membangun kembali jembatan gantung tersebut. Sehingga kemungkinan, kata Tri, warga akan menggunakan rakit sebagai alat transportasi hingga akhir 2018. (KP/M)