Konten Media Partner

Lanud Sutan Sjahrir Padang Tawarkan Aset Negara untuk Fasilitas Mitigasi Bencana

langkanverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terminal Bandara Tabing tahun 2004 atau kini dikenal Pangkalan Udara Sutan Sjahrir. Foto: wikipedia
zoom-in-whitePerbesar
Terminal Bandara Tabing tahun 2004 atau kini dikenal Pangkalan Udara Sutan Sjahrir. Foto: wikipedia

Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang, Sumatera Barat, menawarkan aset tanah negara di bawah pengelolaannya untuk dibangun fasilitas multifungsi guna memperkuat mitigasi bencana di Kota Padang.

Danlanud St. Sjahrir Padang, Kolonel Pnb M.R.Y Fahlefie mengatakan, rencana untuk membangun shelter guna mitigasi bencana sudah ada sejak 2019. Namun setelah dikaji kembali alangkah baiknya fasilitas itu tidak hanya sekedar shelter tetapi fasilitas multifungsi yang bisa juga dimanfaatkan sehari-hari oleh masyarakat.

"Dengan adanya fasilitas multifungsi yang memadai, dimungkinkan untuk membangun skuadron helikopter TNI AU di Padang yang juga bisa menunjang mitigasi kebencanaan," sebutnya, saat beraudiensi dengan Gubernur dan Wagub Sumbar di Padang, Kamis 19 Agustus 2021.

Ia mengatakan jarak Lanud Sutan Sjahrir dari bibir pantai hanya 1.500-1.700 meter, sehingga masuk dalam zona merah tsunami.

Sekeliling Lanud juga terdapat dua kelurahan masing-masing Air Tawar dan Parupuk Tabing yang pada padat penduduk.

Diperkirakan jumlah penduduk di sekitar Lanud yang juga masuk zona merah tsunami mencapai 32.168 orang.

Jumlah itu masih bisa membengkak karena berbasis kartu keluarga (KK) sementara daerah itu juga menjadi tempat kos bagi mahasiswa.

Sementara, di sekitar lokasi hanya tersedia dua shelter yaitu shelter Masjid Nurul Haq dan shelter Masjid Darussalam dengan kapasitas tampung 5.900 orang,

"Jadi jauh dari cukup untuk total penduduk sekitar," sebutnya.

Untuk itu, pihaknya berinisiatif untuk melakukan kajian pembangunan fasilitas multifungsi yang terdiri dari shelter kapasitas 25 ribu jiwa, sarana olahraga kedirgantaraan, arena pacuan kuda, area ketahanan pangan, embung cadangan air dan fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dia menjelaskan konsepnya adalah kawasan tangguh bencana yang merupakan satu kawasan yang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan mampu memulihkan diri sendiri pascabencana.

Menurut dia pihaknya juga sudah mulai membuat ancang-ancang perencanaan dan pengkajian serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengaku menyambut baik atas rencana tersebut. Sehingga beberapa fasilitas yang terintegrasi dalam satu kawasan dinilai tidak hanya berperan dalam mitigasi bencana, tetapi juga dalam hal sosial, pendidikan dan perekonomian.

"Fasilitas ini sangat mungkin akan menjadi salah satu pusat perekonomian baru disamping fungsinya untuk mitigasi bencana," kata Gubernur.