News
·
30 Juli 2021 13:58
·
waktu baca 1 menit

Mahasiswi UNP Diculik Dukun: Dugaan Pemerkosaan, Polisi Tunggu Hasil Visum

Konten ini diproduksi oleh langkan
Mahasiswi UNP Diculik Dukun: Dugaan Pemerkosaan, Polisi Tunggu Hasil Visum (63208)
searchPerbesar
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay
Polisi terus mendalami dugaan seorang dukun perkosa mahasiswi Universitas Negeri Padang berinisial VR (22 tahun) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Polisi masih menunggu hasil visum
ADVERTISEMENT
Kasar Reskrim Polres Pesisir Selatan AKB Hendra Yose Hendra mengatakan, dugaan pemerkosaan sudah laporkan secara resmi oleh keluarga. Pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kami telah melakukan visum terhadap mahasiswi yang menjadi korban. Kami masih menunggu hasil visumnya," ujar Hendra Jumat 30 Juli 2021.
Sebelumnya, seorang pria berinisial C dilaporkan membawa kabur mahasiswi yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Keluarga menyebut pria tersebut merupakan seorang dukun kampung.
Kemudian warganet digegerkan dengan beredarnya video yang berisikan klarifikasi mahasiswi tersebut. Dia mengaku menikah dengan pria yang membawanya kabur.
Di dalam video tersebut, mahasiswi berusia 22 tahun ini terlihat mengenakan hijab. Dia menyampaikan bahwa kepergiannya dari rumah atas keinginan sendiri. Bahkan upaya itu telah direncanakan sama si pria yang telah berkeluarga tersebut.
ADVERTISEMENT
“Assalamualaikum masyarakat Sumbar dan Pesisir Selatan khususnya Lengayang. Saya yang bernama V (menyebut nama), mahasiswa UNP yang dinyatakan hilang dibawa kabur dukun dalam pengaruh hipnotis semua itu bohong,” katanya dalam video yang beredar di salah satu grup WhatsApp, Rabu 21 Juli 2021.
Menanggapi video tersebut, kakak VR berinisial F mengatakan, adiknya diduga telah dihipnotis pria tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020