News
·
23 Juli 2021 18:10
·
waktu baca 3 menit

Mahasiswi UNP Diculik Dukun: Orang Tuanya Rindu Sampai Jatuh Sakit

Konten ini diproduksi oleh langkan
Mahasiswi UNP Diculik Dukun: Orang Tuanya Rindu Sampai Jatuh Sakit (381084)
searchPerbesar
Mahasiswi UNP VR saat memberikan klarifikasi melalui video singkat yang diunggah diberbagai media sosial. Foto: screenshot gambar
Musibah yang melanda keluarga VR (22) mahasiswi Universitas Negeri Padang yang hingga kini belum kembali dari rumah setelah diculik oleh seorang dukun di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
Saat ini, kedua orang tua dari VR ternyata sedang sakit. Ayah memang sudah cukup lama sakit saraf kejepit, sementara ibu beberapa hari ini kondisinya lagi demam, karena rindu dengan putri kesayangannya.
Dari keterangan F, kakak dari VR, dari kondisi sakit ayahnya itu lah yang membuat dulu VR pernah menghantarkan ayahnya berobat ke dukun yang kini menculik adiknya itu.
"Sebelum adik saya (VR) dinyatakan diculik, ayah memang lagi sakit yakni saraf terjepit. Sampai sekarang pun, ayah belum membaik. Lalu ibu saya lagi sakit, ibu demam, karena memikirkan VR," kata F ketika dihubungi Langkan (partner Kumparan), Jumat 23 Juli 2021.
Saat ini, F lah yang merawat kedua orang tuanya yang lagi sakit. Sementara pikirannya pun tetap teringat kondisi adiknya, yang belum diketahui keberadaannya.
ADVERTISEMENT
"Saya terkadang sedih juga. Kedua orang tua lagi sakit, tapi adik saya juga belum kunjung ditemukan. Saya yakin, adik saya tidak setega itu dengan ayah dan ibu. Harusnya dia pulang ke rumah," harap F.
Dia khawatir, bila VR masih belum ditemukan, kondisi orang tua nya akan sulit untuk cepat pulih. Karena pikiran dan perasaan masih tidak tenang. Apalagi video-video VR bersama si dukun, masih bertebaran di media sosial.
"Sesekali ada kami lihat video-video itu, dan kami lihat di dalam video itu seperti rekayasa saja. Karena kami tahu, karakter dari VR, anaknya bukan begitu," ungkapnya.
Menurut F, bila berpikir secara logika, sangat kecil kemungkinan VR bisa setega itu, yang meninggalkan ayah dan ibu dalam keadaan yang sakit, demi cintanya kepada si dukun tersebut.
ADVERTISEMENT
"Adik saya tidak sejahat itu, sekarang ayah dan ibu lagi sakit, harusnya dia pulang ke rumah," harap F.
Kini F sangat berharap ada kesadaran dari si dukun ataupun VR untuk kembali ke rumah, berkumpul bersama ayah dan ibunya. Karena hanya itu lah harapan satu-satunya yang bisa membuat ayah dan ibunya untuk kembali membaik.
"Saya bersama keluarga lainnya, akan terus berusaha mencari keberadaan adik saya itu. Nanti bila ibu saya sudah membaik kondisinya, saya akan pergi mencari adik saya itu, kemanapun dia," tegas F.
Dia menjelaskan selama ini dari setiap pencariannya, telah menemukan beberapa jejak. Pertama ke KUA yang ada di Sungai Penuh, Jambi. Pihak KUA mengaku VR bersama pasangannya melangsungkan pernikahan, dengan ayah dari VR, dan ada adik dari pihak si dukun.
ADVERTISEMENT
"Padahal ayah yang jadi saksi kata pak KUA di Sungai Penuh itu, bukan lah ayah kandung VR. Karena ayah lagi sakit di rumah," tegasnya.
Setelah menemukan jejak di KUA Sungai Penuh, F bersama keluarganya lainnya juga menemukan jejak VR yang sempat singgah ke salah hotel di Kerinci, tapi pihak hotel tidak memberikan izin untuk menginap.
"Daerah yang sudah saya jelajahi, mulai dari arah selatan ke Kabupaten Pesisir Selatan ini, sampai ke Sungai Penuh Jambi, Solok, dan Kota Padang," tutupnya.