Konten Media Partner

Mengolah Sampah Jadi Uang

langkanverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelbagai jenis kerajinan yang diolah dari sampah. (M. Hendra/Langkan.id)
zoom-in-whitePerbesar
Pelbagai jenis kerajinan yang diolah dari sampah. (M. Hendra/Langkan.id)

Langkan.id, Padang- Banyak orang beranggapan sampah merupakan benda yang tidak berhaga. Namun, bagi Dewi Sukmawati, sampah memiliki nilai jual yang fantastis.

Perempuan berumur 45 tahun itu mengolah sampah menjadi kerajinan. Warna-warni kemasan sampah, baginya, memiliki nilai seni tersendiri.

Berawal saat Dewi mengumpulkan sampah melalui Bank Sampah di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kurangji Kota Padang pada 2011. Bank Sampah yang didirikannya bersifat swadaya.

"Sampah-sampah didapatkan dari rumah ke rumah warga," ujarnya kepada langkan.id.

Dewi Sukmawati pengrajin sampah di Kota Padang. (M. Hendra/langkan.id)

Sampah yang dikumpulkannya itu, diolah menjadi pelbagai jenis kerajinan, seperti tas, tempat minuman mineral, pot bunga hias, dan berbagai aksesoris lainnya. Kerajinan itu pun dijualnya.

Dewi pun melatih ibu rumah tangga di sekitar rumahnya itu, mengolah sampah. Misalnya mengolah surat kabar menjadi tempat tisu, tempat air gelas dan pot bunga.

"Itu semua bukan disimpan, tapi juga telah banyak dijual,” katanya.

Olahan sampah itu ikut membantu kebutuhan ekonomi sehari-hari. Misalnya tempat tisu yang terbuat dari kertas koran mampu terjual Rp50.00 hingga Rp150.000 per unitnya, tergantung besaran ukurannya.

Kerajinan dari Bank Sampah itu pun ternyata juga telah dipasarkan hingga ke Pulau Jawa. Namun masih dalam skala kecil.

Ia mengaku, ide memanfaatkan barang bekas itu merupakan inspirasi dari neneknya, yang dulu memanfaatkan kulit jagung menjadi barang yang layak jual. Jadi, dia pun mencoba kepada barang bekas yang dipungut pemulung, menjadi barang yang berguna.

Dewi pun mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan dari Pemerintah Kota Padang Tahun 2016. Dia merupakan sosok yang berperan penting dalam mengelola sampah jadi kerajinan.

"Hasilnya sempurna, saya pun bisa,” ujar Dewi.

Kini ada kreasi baru yang dihasilkan Dewi. Yakni aksesoris hijab yang terbentuk dari tutup botol mineral dan potongan karton yang dibaluti kertas dan diikat dengan tali, yang terbuat dari plastik kresek yang dijalin, sehingga menghasilkan warna warni yang mengensankan.

Baginya kegiatan yang dikerjakannya itu, sebagai upaya menjaga lingkungan yang bersih. Mengajak masyarakat untuk sadar dalam menjaga lingkungan, bukanlah hal yang mudah. Namun, melalui Bank Sampah, ternyata masyarakat mulai sadar bahwa sampah itu dapat menghasilkan uang. (M. Hendra)