Konten Media Partner

Menhub Resmikan Pengoperasian Stasiun Naras yang Berusia Seabad

langkanverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhub Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian kembali Stasiun Naras di Kota Pariaman, Jumat (22/03). (M. Hendra)
zoom-in-whitePerbesar
Menhub Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian kembali Stasiun Naras di Kota Pariaman, Jumat (22/03). (M. Hendra)

Langkan.id, Pariaman- Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian kembali Stasiun Naras di Nagari Padang Birik-birik, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (22/03). Stasiun ini sudah berdiri sejak 1 Januari 1911.

Budi mengatakan, pengoperasian segmen Stasiun Naras ini sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk dalam infrastruktur kereta api secara merata di Indonesia. Sehingga tidak ada lagi ungkapan Indonesia itu hanya di Pulau Jawa saja.

"Saya melihat dengan aktifnya kembali rute-rute kereta api, akan dapat menunjang pariwisata. Begitu juga di Sumatera Barat yang memiliki pariwisata yang bagus, tidak hanya memiliki keindahan alam, tapi juga kaya akan wisata kulier dan budayanya. Maka dari itu semua pihak mendukung untuk kemajuan pariwisata, termasuk dari Kementerian Perhubungan sendiri," ucpanya di Pariaman.

Kata Budi, Kementerian Perhubungan akan berupaya melakukan reaktivasi jalur kereta api yang ada di Sumatera Barat, seperti untuk jalur Padang - Bukittinggi. Meski ada rel tanjakan, Kemenhub akan berupaya mencarikan solusinya.

"Inilah bentuk Kementerian Perhubungan untuk membangun tranasportasi kereta api, sebagai bentuk memberikan alternatif angkutan umum bagi masyarakat di Sumatera Barat, sembari menikmati pariwisatanya," ujarnya.

Stasiun Naras sempat beroperasi selama 87 tahun, sejak 1 Januari 1911 hingga 1998. Stasiun ini pernah melayani angkutan barang CPO.

Namun setelah 21 tahun tutup, akhirnya di masa kepemimpin Presiden RI Joko Widodi RI, Stasiun Naras pun dioperasikan kembali pada Maret 2019. Beroperasinya stasiun ini setelah dilakukannya sejumlah perbaikan rel, jembatan, dan beberapa infrastruktur lainnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI Zulfikri mengatakan pengoperasian kembali Stasiun Naras ini menghabiskan anggaran mencapai Rp54 miliar yang bersumber dari APBN. Pengerjaannya sudah dimulai sejak 2015 lalu.

"Dana itu digunakan untuk mengganti rel dari R25 menjadi R54, pergantian ban dalam beton sepanjang 6,7 meter, peningkatan persinyalan, peningkatan fasilitas persinyalan, dan melakukan pembangunan 11 jembatan sebagai jalur untuk beroperasinya kereta api," ujarnya.

Ia menyebutkan pengoperasian segmen Stasiun Naras ini, merupakan bagian dari program pemerintah untuk mereaktivasi jalur kereta api di Indonesia sepanjang 213 km.

Zulfikri mengatakan, Stasiun Naras Pariaman ini terintegrasi dengan stasiun lainnya, seperti Stasiun Lubuk Alung, Kayutanam dan stasiun di Padang. Artinya, masyarakat dari Stasiun Naras bisa menggunakan kereta api untuk menuju Bandara Internasional Minangkabau, dengan cara menuju Stasiun Kayutanam.

"Kereta api yang berfungsi Stasiun Naras ini ialah KA Sibinuang. Untuk KA Sibinuang mulai dari Stasiun Padang - Stasiun Tabing - Duku - Lubuk Alung - Pauh Kambar - Kurai Taji - Pariaman, dan sampailah di Stasiun Naras. Sedangkan untuk KA Lembah Anai akan menambah rute menuju Stasiun BIM, karena terintegritas dengan KA Minangkabau Ekpsres," ujarnya.

Ia juga menyatakan dengan adanya rute baru ini maka angkutan untuk KA Sibinuang, KA Lembah Anai, dan KA Minangkabau Ekspres tidak mengalami perubahan. Hanya saja apabila dari Stasiun Naras munuju Stasiun BIM perlu menambah biaya Rp5 ribu, artinya harga tiket dari Staisun Narars - Stasiun BIM Rp10 ribu per penumpang.

"Jadi dengan bertambahnya rute kereta api ini, tentunya kita berharap terjadi jumlah penumpang. Karena melihat dari tahun 2014-2018 lalu, terjadi peningkatan penumpang kereta api di Sumatera Barat sebanyak 2 kali lipat. Ada sebanyak 640 ribu penumpang di tahun 2018 dan naik menjadi 1,2 ribu penumpang. Hal ini turut berperan adanya KA Minangkabau Ekpsres," jelasnya.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan dengan terus ditingkatkannya trasportasi di daerahnya itu, tidak hanya dapat penunjang pariwisata, tapi juga telah dapat menghidupkan perekonomian masyarakat. Artinya, seiring berkembangnya infrastruktur transportasi yang ada, maka memberikan dampak ekonomi kepada masarakat. (M. Hendra)