Konten Media Partner

Pasien yang Diisolasi Sepulang Umrah Meninggal di RS M Djamil Padang

langkanverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Virus MERS (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Virus MERS (Foto: Shutter Stock)

Seorang pasien dalam pengawasan yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.05 WIB, Jumat (13/3).

Pasien perempuan itu diduga terjangkit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Ia baru satu hari menjalani perawatan medis di Ruang Isolasi RSUP M Djamil Padang.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, menyebutkan usai melaksanakan ibadah umrah, pasien itu mengalami beberapa gejala seperti gejala MERS-CoV, lalu dirawat di Ruang Isolasi.

“Pasien itu dalam pengawasan, baru masuk kemarin dengan gelaja demam, batuk, dan sesak napas. Kami berikan pelayanan sesuai standar dan dirawat di Ruang Isolasi,” ujarnya kepada Langkan.id, Jumat (13/3).

Gustavianof menuturkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pasien. “Pemeriksaan swab tenggorokan telah dilakukan dan sudah dikirim ke laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Selaian itu, menurut Gustavianof, pasien juga memiliki riwayat sakit jantung. Meskipun demikian, pihak RS M Djamil Padang akan tetap menunggu hasil swab tenggorokan dari laboratorium Kementerian Kesehatan untuk memastikan penyakit pasien tresebut.

“Kita tunggu dulu dalam jangka waktu beberapa hari ke depan. Perawatan terhadap jenazah pasien itu kita lakukan sesuai standar yang dianggap seperti positif MERS-CoV. Ini dianggap ya, untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

Gustavianof menuturkan, standar perlakuan jenazah pasien pun dilakukan secara ketat. Mulai dari keluar dari Ruang Isolasi menuju kamar jenazah hingga ke rumah duka.

Para perawat juga mengunakan baju hazmat dan sejumlah alat antisipasi lainnya. “Belum ada yang positif ya, di RS M Djamil belum ada positif. Kita tunggu hasil laboratorium. Belum bisa pastikan apakah positif MERS-CoV atau COVID-19, karena di Arab Saudi juga ada COVID-19,” katanya.