Petani Padang Demo, Pemerintah Janji Bangun Bendungan

Langkan.id, Padang- Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V berjanji bangun bendungan sementara, untuk mengaliri air ke ribuan hektar sawah dan kolam ikan milik petani Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
"Hari ini akan kami buat bendungan sementara. InsyaAllah, mulai minggu depan, sawah-sawah yang mengalami kekeringan akibat jebolnya tanggul Koto Tuo akan teraliri kembali," ujar Kepala SNVT PJSA IAKK BWS Sumatera V Sumbar Ali Rahmad, Kamis (22/2).
Sebelumnya, ratusan petani dari 64 kelompok tani di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menggelar unjuk rasa di Balai Kota Padang, Kamis (22/2). Mereka menuntut perbaikan tanggul bendungan Koto Tua yang terletak di Koto Panjang, Koto Tangah yang jebol sejak 2016 lalu.
Ali mengatakan sudah menganggarkan Rp 65 miliar untuk pembangunan bendungan Koto Tuo dan Koto Pulai, melalui pembangunan pengendali sendimen di Batang Air Dingin, Kota Padang.
"Itu merupakan multiyears kontrak dan ditargetkan selesai di tahun 2019, dengan biaya mencapai Rp 65 milyar," ujarnya.
Menurut Ali, pengendali sendimen di Batang Air Dingin sudah mulai dibangun pada Desember 2017. Sedangkan untuk bendungan yang di Koto Tuo, ditargetkan selesai akhir 2018 ini.
"Karena permintaan masyarakat dan banyaknya sawah dan kolam milik warga yang mengalami kekeringan akibat jebolnya tanggul Koto Tuo," tambah Ali.
Salah seorang perwakilan petani Joni Torang Hasibuan menilai, penanggulangan tanggul yang jebol lamban. Sehingga berdampak terhadap aktivitas pertanian.
"Setelah kami turun aksi, baru diberikan janji-janji kembali, padahal ini sudah tahun kedua, tanggul itu jebol Maret 2016," ujarnya yang juga Ketua LPM Kelurahan Koto Pulai, Kamis (22/2).
Dampaknya, kata dia, sawah seluas 1.004 hektar di Kecamatan Koto Tangah tidak teraliri air. Sebanyak 465 kolam ikan mengalami kekeringan.
Ia menyebut selama sawah dan kolam kering, banyak petani yang beralih profesi sebagai penambang pasir.
"Kami harap, kali ini benar-benar direspon dan tidak dijanjikan lagi, kalau tidak juga, kami turun lagi," sebut Joni. (Almurfi Syofyan)
