Konten Media Partner

Potret Solok Selatan, Sumbar, Saat Diterjang Banjir Bandang

langkanverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu jembatan yang putus akibat diterjang bajir di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Foto: Irwanda/Langkan.id)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu jembatan yang putus akibat diterjang bajir di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Foto: Irwanda/Langkan.id)

Banjir bandang menerjang Kabupaten Solok Selatan, akibatnya ratusan rumah serta fasilitas umum terendam banjir dan lumpur. Bahkan, seorang balita dinyatakan meninggal dunia setelah hanyut sejauh 1,5 kilometer terseret air sungai yang deras akibat banjir.

Pantauan Langkan.id di lapangan, ratusan korban banjir telah mengungsi, mereka tidur beralaskan kasur santai, sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak dan perempuan. Sementara, kaum laki-laki berjaga di luar posko pengungsian.

Seorang guru membersihkan soal ujian yang rusak akibat direndam banjir (Foto: Irwanda/Langkan.id)

Banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan, setidaknya merendam empat kecamatan, dengan total jumlah warga yang terdampak 5.571 jiwa yang terdiri dari 1.655 Kepala Keluarga (KK).

Lalu, akibat banjir tersebut, 15 unit rumah mengalami rusak berat, 10 diantaranya hanyut dihantam banjir. Dan, dilaporkan dua jembatan putus.

Bupati Kabupaten Solok Selatan, Muzni Zakaria menyebutkan, selain intensitas hujan yang tinggi, penyebab banjir di daerahnya itu karena adanya dugaan kerusakan lingkungan akibat pembalakan liar di daerah hulu.

Petugas kesehatan memeriksa kondisi korban banjir Solok Selatan (Foto: Irwanda/Langkan.id)

“Sungai tidak lagi sanggup menampung debit air yang terlalu besar. Tentunya, daerah hulu, atau tangkapan hujan sudah terganggu. Artinya, ada penebangan liar di daerah hulu,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada Langkan.id.

Adanya penebangan liar di daerah hulu, membuat kayu-kayu besar hilang. Sehingga, ketika musim hujan, hanya sebagian air yang terserap, kemudian air langsung mengarah ke sungai.

“Soal siapa yang menebang? Kita tidak tahu, namanya saja penebang liar,” kata Muzni.

Foto udara banjir merendam Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, saat kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo ke Solok Selatan, Muzni Zakaria meminta agar Batang Suliti dapat dinormalisasi.

Menurut Muzni, normalisasi tersebut merupakan sudah kebutuhan saat ini, karena seringnya Batang Suliti meluap hingga merendam perkampungan warga setiap musim hujan terjadi

“Kami berharap agar diberikan bantuan pembangunan cekdam seiliran Batang Suliti. Kasihan masyarakat yang berada di aliran Batang Suliti. Termasuk daerah Kampung Tarandam,” ucapnya.

Banjir merendam salah satu rumah warga di Solok Selatan (Foto: Humas Pemkab Solsel)

Dikatakannya, Batang Suliti yang melintasi Pasir Talang juga sudah mengancam pemukiman penduduk yang berada di sana, sehingga dibutuhkan perhatian dari Pemerintah Pusat.

Menanggapi hal itu, Doni Monardo menyebutkan, bahwa pihaknya akan segera membentuk tim gabungan, baik Kementerian PUPR, Pertanian, LHK, dan unsur lainnya untuk melakukan penelitian ke lapangan, termasuk melakukan pengecekan ke daerah hulu.

“Hasilnya, itu yang akan kita tindaklanjuti untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Petugas akan mengantarkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Sangir Batanghari. Daerah itu merupakan salah satu daerah yang sulit untuk diakses (Foto: Humas Pemkab Solsel)

Yang terpenting untuk saat ini, kata Doni, mencari solusi terbaik. Salah satunya adalah dengan mengubah perilaku, kesadaran kolektif untuk mau menjaga ekosistem. “Kalau perilaku ini tidak diperbaiki, akan terus muncul berbagai kerusakan. Kejadian bencana ini juga akibat ulah manusia. Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” ungkapnya.

Kunjungan Kepala BNPB, Doni Monardo ke Solok Selatan (Foto: Humas Pemkab Solsel)
Rumah dan jalan roboh akibat diterjang banjir di Solok Selatan, Sumatera Barat (Foto: Humas Pemkab Solsel)
Banjir merendam Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Foto: Humas Pemkab Solsel)
Kondisi warga saat berada di pengungsian (Foto: Irwanda/Langkan.id)
Kondisi warga saat berada di pengungsian (Foto: Irwanda/Langkan.id)
Kondisi warga saat berada di pengungsian (Foto: Irwanda/Langkan.id)