Konten Media Partner

Ratusan Warga Kota Solok Terancam Longsor dan Runtuhan Batu Besar

langkanverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga Kampung Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok berada di pengungsian (Foto: Dok. BPBD Kota Solok)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga Kampung Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok berada di pengungsian (Foto: Dok. BPBD Kota Solok)

Ratusan warga Kampung Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, Sumatera Barat terancam tanah longsor dan runtuhan batu besar dari atas perbukitan.

Bahkan, 300 warga yang terdiri dari 70 Kepala Keluarga (KK) itu saat ini sudah mengungsi ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Tanah Garam, Kota Solok.

Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, Adel Wiratama mengatakan, ancaman tanah longsor terhadap ratusan warga itu diakibatkan curah hujan yang tinggi, sementara ratusan warga tersebut tinggal di lereng perbukitan.

Apalagi, kata Adel, hutan di sekitar tempat tinggal warga itu juga sudah gundul, sehingga tidak mampu lagi menahan debit air saat hujan deras.

"Ratusan warga itu saat ini sudang mengungsi, mereka trauma dan ketakutan akibat cuaca yang cukup ekstrem," ujarnya kepada Langkan.id saat dihubungi via telepon, Jumat (4/9).

Hasil survei tim ke lapangan, jelas Adel, ancaman risiko tanah longsor terhadap kejadian itu rendah. "Sebenarnya faktor risiko rendah, tapi karena merasa trauma dan ketakutan, ratusan masyarakat itu memilih untuk mengungsi," ungkapnya.

BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solok juga sudah mendirikan dapur umum dan memberikan trauma healing untuk ratusan warga yang mengungsi tersebut.

Sementara itu, seorang warga setempat, Doni Fernandes menyebutkan, selain ancaman tanah longsor, warga setempat juga terancam runtuhan batu besar yang ada di atas bukit.

"Ada dua batu besar juga di atas, lokasinya juga berada di tanah yang lunak, ada potensi runtuh jika hujan lebat kembali mengguyur," ujarnya.

Ia berharap, agar batu besar yang ada di perbukitan itu segera disingkirkan. "Kita belum berani pulang ke rumah untuk saat ini, apalagi musim hujan, longsor dan batu besar mengintai kita," katanya.