Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Reaktivasi Kereta Api di Sumbar

Stasiun Nareh di Kabupaten Padang Pariaman usai direaktivasi Kementerian Perhubungan. (M. Hendra/Langkan.id)

Langkan.id, Padang- Jalur kereta api dari Simpang Haru menuju Pulau Aei Padang akan direaktivasi pada Mei 2019. Reaktivasi berdasarkan bluprint Kementerian Perhubungan tentang pembangunan dan mengaktifkan kereta api di Sumatera Barat.

"Peningkatan jalur kereta api ini sudah dianggarkan. Minggu depan Pemprov, Pemko Padang dan Kementerian Perhubungan serta PT KAI akan duduk bersama, membahas pembebasan dan penertiban lahan," ujar Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Rabu (3/04).

Selain jalur Simpang Haru ke Pulau Aie, program reaktivasi di Kota Padang, juga akan menyentuh jalur ke Bukik Putuih, Taluak Bayua. Ke semua jalur tersebut akan dilalui KA Sibinuang dan nantinya juga KA Bandara. Sehingga masyarakat bisa ke Bandara Internasional Minangkabau bisa dari Indaruang, Pulau Aie dan Bukik Putuih Taluak Bayur.

Stasiun tambahan juga akan dibangun, yakni di Pasar Alai, Basko dan Kayu Kalek. "Kita harap dapat meningkatkan jumlah penumpang karena stasiun baru tersebut berada didaerah padat penduduk," katanya.

Selain aktivasi kereta api di Kota Padang, kata Irwan, tahun ini juga akan dibangun jalur reaktifasi lainnya, yaitu dari Nareh ke Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Sehingga jalur untuk KA Sibinuang semakin panjang.

Irwan mengatakan, reaktivasi ini tidak hanya untuk transportasi masyarakat harian, tapi juga mendukung pariwisata dan perdagangan.

Sedangkan untuk jalur Padang Panjang ke Bukittinggi, juga akan dilakukan peningkatan rel kereta api secara bertahap. Proyek perencanaan fisik (Detail Engineering Design/ DED) telah siap dibuat dirancang.

"Kita akan rapat bersama Pemkab Tanah Datar, Agam, Pemko Bukittinggi dan instansi terkait untuk membicarakan tahapan pekerjaan yang perlu dilasanakan," ujarnya.

Reaktivasi di lembah anai, direncanakan menggunakan teknologi Metro Kapsul (atau dikenal dengan teknologi AGT). Metro kapsul ini bisa beroperasi di kemiringan maksimal 10 persenb, dengan kecepatan maksimal 60 km/jam. Jalur ini selain untuk penumpang umum juga untuk pariwisata.

"Stasiun Kayu Tanam akan ditingkatkan menjadi stasiun utama tempat naik turunnya penumpang Metro Kapsul, yang akan berwisata di Lembah Anai dari Kayu Tanam ke Padang Panjang," ujarnya.

Untuk jalur short cut KA dari Solok ke Taluak Bayua, akan dikerjakan pihak swasta. Sudah ada beberapa investor yang berminat. Ke depan akan ditindaklanjuti dengan beberapa kesepakatan.

Jalur ini, menurutnya, memang dikhususkan untuk pengangkutan barang termasuk hasil tambang, CPO, semen, barang dagangan dan hasil alam lainnya.

Adapun KA dari Kota Sawahlunto akan diperpanjang ke arah Silo yang dikenal tempat proses tambang di zaman Belanda. Juga reaktivasi jalur dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban.

"Jalur ini untuk paket pariwisata. Jalur Muaro Kalaban ke Padang Panjang melalui danau Singkarak, dilakukan program peningkatan yang sejak tiga tahun ini sudah dikerjakan," ujarnya.

Irwan mengatakan, program reaktivasi ini untuk mengurangi kemacetan di jalan raya serta membuat masyarakat lebih efisien, efektif, nyaman dalam berperjalanan. Tentunya transportasi menggunakan kereta api akan lebih murah, cepat dan tepat mencapai tujuan.

Ia meminta masyarakat Sumatera Barat untuk mendukung proyek reaktivasi kereta api di Sumatera Barat ini. Sehingga transportasi kereta api di Sumatera Barat akan berkembang dan maju. (M. Hendra)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53