News
·
12 Desember 2019 8:15

Soal Ujian SD di Kabupaten Solok Diduga Hina Nabi Muhammad SAW

Konten ini diproduksi oleh langkan
Soal Ujian SD di Kabupaten Solok Diduga Hina Nabi Muhammad SAW (8380)
Soal ujian SD diduga berisi konten hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang beredar di media sosial (Foto: Istimewa)
Soal ujian untuk pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat diduga berisi konten dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Dugaan penghinaan itu terdapat pada soal ujian semester 1 dalam mata pelajaran Agama Islam kelas IV.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar menyebutkan, bahwa memang ada kejanggal terdapat pada soal nomor 13 untuk mata pelajaran Agama Islam.
Menurutnya, dugaan penghinaan itu bukan disengaja. Namun, ada kekeliruan dari pembuat soal. “Soal ujian itu, begitulah adanya. Naskah asli tidak begitu sebenarnya. Ada kekeliruan, itu sedang kami jajaki. Entah ada yang main-main yang mengubah soal itu,” ujarnya saat dihubungi Langkan.id, Rabu (11/12) malam.
Naskah asli, kata Zulkisar, berbunyi; Selaku umat nabi Muhammad SAW, sebaiknya meneladani sikapnya. Sebagai pelajar, yang tidak patut kita contoh dari pernyataan di bawah ini adalah?
A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar.
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan
D. Menjaga nama baik orang tua.
ADVERTISEMENT
“Kan tidak nyambung dengan naskah yang beredar. Jadi, dalam naskah asli tidak ada pelecehan terhadap Nabi. Sekarang kami selidiki dulu, di mana salahnya,” ungkap Zulkisar.
Sementara, soal ujian yang beredar dan menjadi perbincangan di media sosial serta telah beredar di 16 SD di kecamatan itu, berbunyi; Di bawah ini yang merupakan sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adaah...
A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar.
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan
D. Menjaga nama baik orang tua.
Dikatakan Zulkisar, pihaknya sudah melanjutkan laporan kejadian ini kepada Bupati Kabupaten Solok. Nantinya akan diteruskan lagi ke Inspektorat Pendidikan.
Dia menegaskan, ada kemungkinan oknum sengaja atau tidak membuat kesalahan pembuatan soal ini akan mendapatkan hukuman.
ADVERTISEMENT
“Saya sudah memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan soal. Seperti pengawas, kepala sekolah, tim guru, dan oknum yang memposting kekeliruan soal ini pertama kali di facebook. Ada delapan orang dipanggil, tapi belum terungkap di mana letak kekhilafannya,” kata Zulkisar.