Konten Media Partner

Tol Padang-Pekanbaru Trase Sicincin Dipindahkan

langkanverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangunan tol Padang-Pekanbaru (Foto: Dok. Hutama Karya)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan tol Padang-Pekanbaru (Foto: Dok. Hutama Karya)

Trase (jalur) Sicincin dalam pembangunan tol Padang-Pekanbaru akhirnya dipindahkan dengan alasan untuk menghindari lahan produktif yang ada di kawasan tersebut.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyebutkan, pemerintah sengaja mengalihkan trase Sicincin itu karena jalur yang ditetapkan awal masuk dalam lahan produktif.

Diketahui sebelumnya, bahwa lokasi yang disebut masuk dalam lahan produktif itu mendapat penolakan dari masyarakat. Menanggapi hal itu, Irwan Prayitno menyurati Dirjen Bina Marga agar bisa mengganti trase itu.

Dikatakan Irwan, sejak November 2019, Pemprov Sumbar menunggu revisi Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT), guna mempercepat proses penetapan lokasi. Kemudian Dirjen Bina Marga menyerahkan dokumen revisi kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Coffee Morning di Mapolda Sumbar, Selasa (11/2) pagi.

“Kita sudah bahas persoalan jalan to itu, suratnya juga sudah diserahkan oleh Dirjen Bina Marga untuk trase yang baru. Kita segera keluarkan SK gubernur untuk Penetapan Lokasi (Penlok) trase baru,” ujarnya di Padang, Rabu (12/2).

Pemindahan lokasi itu, kata Irwan, karena trase sebelumnya bermaslah dan banyak mendapat penolakan dari masyarakat Sicincin.

Lalu, pemerintah menetapkan trase baru yang diarahkan ke kawasan Kepala Hilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

“Trase yang baru ini tidak masuk ke lahan produktif. Lokasinya dekat ke arah bukit dan tidak banyak banyak fasilitas umum serta pemukiman masyarakat, tidak lagi ke Sicincin,” tegasnya.

Ia menilai, trase baru akan lebih bagus, sebab melewati perbukitan dan menghindari lahan produktif. Dengan begitu pengerjaan (tol Padang-Pekanbaru) bisa dilanjutkan dan ditargetkan selesai hingga ke daerah Kepala Hilalang tahun depan.

InsyaAllah dengan penetapan trase baru ini akan lebih lancar, dan tahun depan bisa selesai sampai ke Kepala Hilalang. Jadi tidak lagi ke Sicincin, karena di ujungnya ada masalah,” ucapnya.

Irwan mengklaim, lokasi yang baru lebih tepat. Namun, baru terpikir belakangan. “Selain menghindari lahan produktif, pemandangan di sana juga lebih bagus saat dilewati,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, warga meminta trase proyek strategis nasional itu dipindahkan, sebab melalui pemukiman, lahan produktif serta fasilitas umum.

Lokasi trase yang ditolak warga Lubuk Alung berada di STA 17, sedangkan di Sicincin terletak di STA 30.

Saat ini, Hutama Karya sebagai badan usaha yang mendapat penugasan untuk menggarap jalan tol Padang-Sicincin telah mengajukan persetujuan desain trase selepas STA di kilometer 4,2.

Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru dibagi menjadi enam sesi, yaitu Sesi I Padang-Sicincin sepanjang 28 kilometer (Sekrang pindah ke Kepala Hilalang). Lalu, Sesi II, Sicincin-Bukittinggi sepanjang 41 kilometer, Sesi III Bukittinggi-Payakumbuh sepanjang 36 kilometer, Sesi IV Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 43 kilometer, Sessi V Pangkalan-Bangkinang 56 kilometer dan Sesi VI Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 kilometer. (Adi S)