Konten Media Partner

Tradisi Tebar Uang di Pemakaman Raja Pagaruyuang

langkanverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tradisi Tebar Uang di Pemakaman Raja Pagaruyuang
zoom-in-whitePerbesar

Langkan.id, Batusangkar- Seorang anak berpeci terlihat duduk di keranda jenazah Rajo Pagaruyung Taufik Thaib Tuanku Mahkota Alam. Ia menebarkan uang sepanjang mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman.

"Tabur uang itu merupakan tradisi di Kerajaan Pagaruyung yang sudah ada sejak dulunya," ujar Budayawan Sumatera Barat B Andoeska, Jumat 2 Februari 2018.

Ia mengatakan, tradisi ini dilakukan setiap keluarga Kerajaan Pagaruyuang meninggal. Koin ditebarkan sepanjang perjalanan, hingga jenazah sampai ke pemakaman.

"Dahulunya, uang koin yang disebarkan itu bernilai 2,5 sen. Dikarenakan bentuk koin dulu berlobang di tengahnya, maka ada yang melemparkan uang koin satu ikat yang nilai koinnya berjumlah 25 sen," ujarnya.

Namun kini, kata dia, uang koin nya mulai dari senilai Rp200 hingga Rp500. Lalu juga ada uang kertas senilai Rp2.000 hingga Rp5.000. Tapi tujuannya tetap sama sejak dulunya.

"Ini merupakan tradisi. Tujuannya kerajaan berbagi kepada masyarakat, dan uang itu berasal dari keluarga kerajaaan yang dikumpulkan. Uang tersebut boleh diambil oleh masyarakat," katanya, Jumat 2 Februari 2018.

Tradisi Tebar Uang di Pemakaman Raja Pagaruyuang (1)
zoom-in-whitePerbesar

Ia juga menjelaskan, untuk menyebarkan uang itu ditunjuk seorang anak untuk dinaikan ke atas keranda jenazah. Anak itu merupakan anak kerabat kerajaan Pagaruyuang.( . MHendra)